Breaking News:

Wacana Hukuman Mati

Komentar KPK, Parpol dan Mantan Pimpinan KPK Soal Wacana Hukuman Mati Edhy Prabowo dan Juliari

Berbagai komentar mencuat terkait wacana tuntutan hukuman mati dua mantan menteri yang tersandung kasus korupsi di tengah pandemi Covid-19.

(ANTARA FOTO/RENO ESNIR/GALIH PRADIPTA)
Edhy Prabowo (kiri) dan Juliari Batubara (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara melakukan korupsi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Atas tindakan mereka, mencuatlah wacana tuntutan hukuman mati yang kemudian ramai dibicarakan publik.

Edhy merupakan tersangka penerima dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Sedangkan Juliari merupakan tersangka dugaan kasus suap bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di wilayah Jabodetabek 2020.

Berbagai pihak menilai mereka berdua layak dituntut ancaman hukuman mati.

Hal ini bahkan dilontarkan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej. 

Kata KPK

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020).
Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020). (TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA)

Mengenai wacana ini, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, KPK memahami harapan masyarakat mengenai tuntutan hukuman mati tersebut.

Apalagi, masyarakat kian geram akibat praktik korupsi itu dilakukan di tengah pandemi.

“Kami tentu memahami harapan masyarakat terkait penyelesaian kedua perkara tersebut, termasuk soal hukuman bagi para pelakunya,” kata Ali dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Halaman
1234
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved