Breaking News:

Mahkamah Agung

MA Sidangkan 8560 Perkara Secara e-Litigation, Jumlah Perkara yang Didaftar Meningkat 295 Persen

Kinerja Mahkamah Agung (MA) di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan sidang dilakukan secara daring sukses meningkatkan kinerja. Hal ini terlihat

SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja Mahkamah Agung (MA) di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan sidang dilakukan secara daring sukses meningkatkan kinerja. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang didaftarkan maupun kasus yang disidangkan di lembaga peradilan tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji Mahkamah Agung (MA) dalam menerapkan teknologi informasi di lingkungan peradilan yakni e-court dan e-litigation.

Menurut Presiden penerapan teknologi informasi dalam sistem peradilan di Mahkamah Agung terbukti mampu meningkatkan kinerja penyelenggara peradilan secara signifikan.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Tribunnews)

"Jumlah perkara yang didaftarkan melalui e-court pada tahun 2020 meningkat 295 persen dan 8560 perkara telah disidangkan secara e- litigation," kata Presiden dalam pidato Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2020 dari Istana Negara, Jakarta, (17/2/2021).

Presiden menilai penerapan teknologi informasi dalam sistem peradilan di Mahkamah Agung terbukti mampu meningkatkan kinerja penyelenggara peradilan secara signifikan.

Hal itu dapat dilihat dari jumlah perkara yang didaftarkan dan jumlah perkara yang disidangkan.

"Jumlah perkara yang diterima terbanyak dalam sejarah, perkara yang diputus juga terbanyak sepanjang sejarah, tentu ini bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas putusan," kata Presiden.

Baca juga: Kabar Gembira Vaksin Sinovac Bisa Disuntikan Untuk Lansia, Wapres Maruf Amin Jadi Lansia Pertama

Baca juga: Inilah Kota dengan Koneksi Internet Tercepat di Indonesia, Apakah Kotamu Termasuk?

Presiden berharap Mahkamah Agung terus meningkatkan kualitas aplikasi e-court.

Termasuk standardisasi kewajiban para pihak, pemeriksaan saksi dan ahli secara daring, dan salinan putusan atau e-verdict.

"Juga perluasan aplikasi e-court untuk perkara-perkara perdata yang bersifat khusus," pungkasnya.

Dikutip dari laman resmi MA, e-court adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online, pembayaran secara online, pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik, dan persidangan yang dilakukan secara elektronik.

Sementara itu E-litigation adalah persidangan secara online.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Puji MA: Jumlah Perkara yang Diterima dan Diputus Terbanyak Sepanjang Sejarah, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/02/17/presiden-puji-ma-jumlah-perkara-yang-diterima-dan-diputus-terbanyak-sepanjang-sejarah.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved