Breaking News:

Berita Bitung

Opa Salasa Sedih, Anaknya Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Korban di temukan tergantung menggunakan kain motif batik ungu di sebuah ruangan berukuran sekitar 1x3 meter.

Christian Wayongkere/Tribun Manado
polisi dari Polsek Maesa dan Inafis Polres Bitung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban gantung diri. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Warga di Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa tepatnya di kawasan Sari Kelapa atas di buat heboh dengan penemuan sesosok mayat, Senin (15/2/2021) malam,

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut dikenali warga, bernama Rahman Rabay (39).

Korban di temukan tergantung menggunakan kain motif batik ungu di sebuah ruangan berukuran sekitar 1x3 meter.

Ruangan itu merupakan bagian dari rumah nenek korban, beralaskan lantai beton warna kuning,

tembok tripleks warna putih dan biru di pakai korban untuk beristirahat setelah kembali bekerja.

Dari informasi, Korban berprofesi sebagai tukang ojek dan buruh di pelabuhan.

Baca juga: Masih Ingat Uut Permatasari? Dulu Jago Goyang Ngecor, Sekarang Urus Anak

Peristiwa ini awalnya diketahui usai magrib, oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun.

Awalnya anak yang notabene adalah keponakan korban, disuruh kakeknya atau

ayah korban dengan sapaan Opa Salasa untuk mengecek keberadaan korban di dalam kamar.

Karena hampir seharian tidak keluar kamar. Terakhir sejumlah warga melihat korban pagi hari makan nasi kuning.

Keponakan korban melihat dari celah-celah kamar itu, kaki korban sudah dalam keadaan tergantung.

Lalu pergi melapor ke ayah dan kakeknya.

Mereka bersama ketua RT setempat, harus merusak bagian tembok yang terbuat dari tripleks untuk bisa masuk kedalam kamar yang terkunci dari dalam.

Baca juga: Celine Evangelista Suruh Ibunya Diam, Saat Bantah Stefan William tak Lagi Beri

Ketika di temukan korban dalam keadaan tergantung menghadap ke Selatan atau menghadap ke laut.

Tidak menggunakan pakaian, hanya celana jins dengan kondisi yang buruk.

Korban lalu diturunkan, lalu di bawah ke rumah sang ayah tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Opa Salasa nampak tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan penyesalannya, atas tindakan yang dilakukan sang anak.

Ditemani sejumlah sanak keluarga dan tetangga, duduk di teras depan rumah lalu beberapa kali menangis menyesal.

"Ado kasiang Rahmah eh.. kiapa ngana ba bodok bagitu (adu rahmah, kenapa melakukan tindakah bodoh seperti itu)," ucap Opa Salasa.

Polisi melalui tim Inafis Sat Reskrim Polres Bitung, melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Rahel Vennya Tenteng Tas Mahal, Tapi Wajah tak Ceria, Sempat Curhat Soal Cerai Dengan Niko

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 12 jam.

"Korban ditemukan menggunakan celana jeans pendek bermotif dan masih dalam keadaan menggunakan headset," kata

petugas Inafis lewat keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw Selasa (16/2).

headset yang di maksud berwarna putih, diduga dipakai korban melakukan panggilan video menggunakan handphonenya.

Di lokasi kejadian juta ditemukan dua unit handphone milik korban.

Dari data yang dirangkum di bagian Inafis polres Bitung, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir

ada empat kasus penemuan mayat dua diantaranya gantung diri.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alpen Martinus
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved