Krisis di Myanmar
Militer Myanmar Makin Beringas, Markas NLD Digrebek dan Dihancurkan
Diinformasikan, bahwa militer Myanmar sudah menyerbu markas besar Partai Aung San Suu Kyi tersebut, Selasa malam waktu setempat (9/2/2021).
demonstrasi yang mengancam "stabilitas", dan larangan baru atas pertemuan lebih dari 5 orang.
AS yang telah menyebabkan kecaman global atas kudeta militer Myanmar tersebut, pada Selasa (9/2/2021)
memperbarui seruannya untuk kebebasan berekspresi di Myanmar, serta agar para jenderal mundur.
"Kami mengutuk keras kekerasan terhadap demonstran," ujar juru bicara
Departemen Luar Negeri AS, Ned Price kepada wartawan.
• Aktris Cut Syifa Mantap Berhijab Usai Salat, Ini Penampilan Barunya, Tidur Jadi Lebih Tenang
Ia menambahkan bahwa masyarakat Myanmar "memiliki hak untuk berkumpul secara damai."
"Kami mengulangi seruan kami kepada militer (Myanmar) untuk melepaskan kekuasaan, memulihkan
pemerintahan yang dipilih secara demokratis, membebaskan mereka yang ditahan dan mencabut semua
pembatasan telekomunikasi serta menahan diri dari kekerasan," ucapnya.
Price sebelumnya mengungkapkan bahwa permintaan AS untuk berbicara dengan Suu Kyi telah ditolak.
• Kabar Gembira, Pemerintah Siapkan 1,3 Juta Formasi CPNS Tahun Ini, Cek Tanggalnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kudeta Militer Myanmar, Markas Besar Partai Aung San Suu Kyi di Yangon Dihancurkan