Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Krisis di Myanmar

Militer Myanmar Makin Beringas, Markas NLD Digrebek dan Dihancurkan

Diinformasikan, bahwa militer Myanmar sudah menyerbu markas besar Partai Aung San Suu Kyi tersebut, Selasa malam waktu setempat (9/2/2021).

Editor: Alpen Martinus
STR/AFP
Suasana saat tentara berjaga di jalan yang diblokade menuju parlemen Myanmar di Naypyidaw, Senin 1 Februari 2021, setelah militer menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,NAYPYIDAW - Aksi kudeta militer terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi masih terus terjadi.

Bahkan sampai meluas hingga ke partai Liga Nasional untuk Demokrasi ( NLD) di Yangon.

Diinformasikan, bahwa militer Myanmar sudah menyerbu markas besar

Partai Aung San Suu Kyi tersebut, Selasa malam waktu setempat (9/2/2021).

Hal itu terjadi ketika Amerika Serikat ( AS) bergabung dengan PBB dalam yang mengutuk "dengan keras"

kekerasan yang dilakukan junta militer Myanmar terhadap

pengunjuk rasa yang menuntut kembali demokrasi.

Demonstrasi di Myanmar Makin Memanas, Polisi Tembaki Massa Pakai Peluru Tajam, Dua Orang Kritis

FOTO - Tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.
FOTO - Tentara berjaga di jalanan Naypyidaw, Myanmar, pada 1 Februari 2021. Penjagaan dilakukan setelah militer melakukan kudeta dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. ((STR via AFP))

"Diktator militer menggerebek dan menghancurkan markas besar NLD sekitar pukul 21.30," demikian yang

keterangan yang ditulis oleh Liga Nasional untuk Demokrasi mengumumkan di halaman Facebook

resminya,seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (9/2/2021).

Pernyataan singkat partai itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Penggerebekan itu terjadi setelah demonstrasi meletus selama 4 hari berturut-turut pada Selasa.

Polisi menggunakan meriam air di beberapa kota, menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa di ibu

kotaNaypyidaw dan mengerahkan gas air mata di Mandalay.

Unjuk rasa itu terjadi, meski ada peringatan dari junta bahwa mereka akan mengambil tindakan terhadap

demonstrasi yang mengancam "stabilitas", dan larangan baru atas pertemuan lebih dari 5 orang.

AS yang telah menyebabkan kecaman global atas kudeta militer Myanmar tersebut, pada Selasa (9/2/2021)

memperbarui seruannya untuk kebebasan berekspresi di Myanmar, serta agar para jenderal mundur.

"Kami mengutuk keras kekerasan terhadap demonstran," ujar juru bicara

Departemen Luar Negeri AS, Ned Price kepada wartawan.

Aktris Cut Syifa Mantap Berhijab Usai Salat, Ini Penampilan Barunya, Tidur Jadi Lebih Tenang

Ia menambahkan bahwa masyarakat Myanmar "memiliki hak untuk berkumpul secara damai."

"Kami mengulangi seruan kami kepada militer (Myanmar) untuk melepaskan kekuasaan, memulihkan

pemerintahan yang dipilih secara demokratis, membebaskan mereka yang ditahan dan mencabut semua

pembatasan telekomunikasi serta menahan diri dari kekerasan," ucapnya.

Price sebelumnya mengungkapkan bahwa permintaan AS untuk berbicara dengan Suu Kyi telah ditolak.

Kabar Gembira, Pemerintah Siapkan 1,3 Juta Formasi CPNS Tahun Ini, Cek Tanggalnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kudeta Militer Myanmar, Markas Besar Partai Aung San Suu Kyi di Yangon Dihancurkan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved