Penanganan Covid
Boltim Masuk Zona Orange Covid-19, Petugas Perbatasan Ditarik
Petugas penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 Kabupaten Boltim di perbatasan telah ditarik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Petugas penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di perbatasan
telah ditarik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim.
Pantauan Tribunmanado.co.id, Senin (25/1/2021), di perbatasan Buyat Kabupaten Boltim-Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra)
nampak tak ada petugas perbatasan yang menjaga seperti sebelumnya.
Baca juga: DPRD Umumkan Pengusulan Pemberhentian Wali Kota dan Wawali Tomohon, CS-WL Dilantik 17 Februari
Baca juga: Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Bencana di Kota Manado, Sekarang dari Bolmut
Baca juga: Lihat Foto Wanita di Ponsel, Istri Cemburu Nekat Tikam Suami, Ternyata Dirinya saat Muda Dulu
Pada awal Januari 2021, Boltim dari zona hijau masuk zona merah penyebaran Covid-19.
Pada pertengahan Januari 2021, Pemkab Boltim melalui satgas Covid-19 menugaskan tim di setiap perbatasan masuk Boltim.
Namun, hari ini nampak pos perbatasan kosong tak ada penjagaan.
Baca juga: Jelang Pelantikan, JG-KWL Komitmen Rangkul Seluruh Elemen Masyarakat Bangun Minahasa Utara
Baca juga: PERINGATAN DINI Cuaca Ekstrem Selasa 26 Januari 2021
Terkait hal itu, Sekda Boltim Sonny Warokka menjelaskan, Pemkab Boltim melalui tim gugus telah menarik personel petugas perbatasan.
"Memang sudah ditarik sejak pekan kemarin. Perbatasan Mitra dan Kotamobagu juga sudah ditarik," jelas Sekda kepada Tribunmanado.co.id, Senin (25/1/2021).
Menurut Sekda, petugas perbatasan tidak terlalu efektif untuk menekan penyebaran Covid-19. Atas segala pertimbangan pihaknya menarik kembali personel pos perbatasan masuk di Boltim.
Baca juga: HUT ke 74 Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Boltim Lakukan Gerakan Menanam Pohon
Baca juga: Pria Kaya Raya Kedapatan Mencuri, Bikin Heboh, Alasannya Karena Benci Barang-barang yang Diambil
"Kami rasa personel perbatasan tidak terlalu efektif, yang paling efektif adalah kesadaran sendiri untuk tetap mematuhi protap Covid-19," ucapnya.
Lanjutnya, selain itu belum ada anggaran untuk membayar para personel.
"SIPD juga belum dibuka oleh Kemendagri, jadi belum ada anggaran untuk membayar personel, karena walaupun begitu para personel itu punya keluarga untuk diberi makanan, kami masih tarik sementara," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini pun penyebaran Covid-19 sudah berkurang.
Baca juga: Hati-hati, Tilang Elektronik Sudah Diterapkan di Daerah Ini, Apa Kotamu Termasuk? Cek Disini
Baca juga: Seperti Ini Suasana Rumah Susun di Tingkulu, Kotor dan Bau
Uodate Covid-19 per Minggu 24 Januari 2021,
total kesuluruhan 164, dengan rincian 38 orang dirawat, 5 meninggal dan 121 sembuh.
Kini Boltim dari zona merah masuk zona orange penyebaran Covid-19.
Meski demikian, Sekda Warokka mengimbau masyarakat tetap patuhi protap Covid-19 dengan menjaga jarak, mencuci tangan dan pakai masker. (ana)
Baca juga: HUT ke 74 Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Boltim Lakukan Gerakan Menanam Pohon
Baca juga: Curhat Pilu Istri Ketiga Syekh Ali Jaber, Deva Rachman Disebut Mirip Istri Nabi, Bagaimana Sosoknya?
Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Pengendara Yamaha Mio Tewas di Tempat, Korban Jatuh Tersungkur dari Motor
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sekda-boltim-sonny-warokka.jpg)