News Analysis

Kajian Pengamat Lingkungan Ulfa Novita Takke Mengenai Banjir Manado

"Ada dua penyebab banjir menurut hemat saya. Pertama adalah area untuk resapan air yang semakin kurang."

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Suasana saat beberapa wilayah di Kota Manado terendam banjir, Jumat (22/1/2021) 

Kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Tikala, Wenang, Tuminting dan Singkil.

Banjir mengakibatkan tiga warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang. 

Dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan, 

BPBD Manado masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. 

"Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor," kayanya Sabtu (23/01/2021). 

Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan. 

Merespon bencana ini, BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan. 

Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. 

Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan. 

Kondisi saat ini, listrik di Sebagian besar Manado masih padam dan jaringan telepon selular tidak stabil untuk operator tertentu. 

BNPB memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat. 

Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada 20 hingga 22 Januari 2021. 

Sementara, Sabtu (23/01) beberapa wilayah di Kota Manado masih berpotensi hujan ringan hingga lebat. (ndo)

 
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved