Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

HASIL Penelitian, Soal Siapa Yang Lebih Banyak Terpapar Covid 19, Pria atau Wanita

Simak hasil penelitian tentang covid 19 atau virus corona. Mengenai siapa yang banyak terpapar covid 19, pria atau wanita.

Tribunnews
Penelitian tentang siapa yang lebih banyak terpapar covid 19. Pria atau wanita. 

"Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa investigasi penting ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan," lanjut Grigsby, seraya merujuk pada varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Sementara itu, Sun Yang, Direktur Jenderal Tanggap Darurat Kesehatan dari Komisi Kesehatan Nasional Cina, mengatakan kepada dewan: "Studi asal virus bersifat ilmiah. Itu perlu koordinasi, kerja sama. Kita harus menghentikan tekanan politik apa pun.

Delegasi Australia juga menyerukan agar tim ahli WHO memiliki akses ke "data, informasi, dan lokasi utama yang relevan."

Cina dan WHO lamban mengantisipasi pandemi?

Tim panel ahli independen pada Senin (18/01) menyimpulkan bahwa Cina dan WHO sebenarnya dapat bertindak lebih cepat untuk mencegah pandemi selama tahap awal penyebaran wabah virus vorona.

Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Pandemi mengatakan evaluasinya terhadap awal krisis di Cina "menunjukkan bahwa ada potensi tanda-tanda awal untuk ditindaklanjuti lebih cepat".

Tim panel juga mengatkan bahwa langkah-langkah antisipasi seharusnya segera diterapkan di semua negara yang memiliki risiko penularn. Rencanaya tim akan mepresentasikan laporan awal mereka kepada Dewan Eksekutif WHO hari Selasa (19/01) ini.

COVID19 pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan, Cina, pada akhir 2019 sebelum menyebar ke luar perbatasan Cina yang menyebabkan pandemi global. Lebih dari dua juta orang di seluruh dunia meninggal karena virus ini.

Tim panel mengatakan bahwa "langkah-langkah kesehatan masyarakat bisa diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan lokal dan nasional di Cina pada Januari."

WHO pun dikritik karena dinilai lamban pada awal krisis yang ditunjukkan dengan tidak mengadakan rapat komite darurat hingga 22 Januari 2020. WHO juga dinilai gagal menyatakan wabah tersebut sebagai Situasi Darurat Kesehatan Global (PHEIC) - tingkat siaga tertinggi - hingga 30 Januari 2020.

rap/hp (Reuters, AFP)

Artikel ini telah tayang di

Tribunnews.com

https://m.tribunnews.com/corona/2021/01/19/ini-alasan-mengapa-pria-lebih-rentan-terpapar-covid-19-ketimbang-wanita?page=all

https://m.tribunnews.com/internasional/2021/01/19/beda-pendapat-as-dan-cina-soal-misi-tim-ahli-who-di-wuhan?page=all

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved