Berita Heboh
Masih Ingat Tanah Bergerak di Aceh? Pakar Ini Yakini Disebabkan Tanah Sudah Jenuh terhadap Air
Seorang pakar meyakini fenomena itu terjadi karena Tanah Sudah Jenuh terhadap Air.
Ketika hujan turun deras dan tanahnya labil, kata Nazli, semua itu berkontribusi terhadap
terjadinya fenomena tanah bergerak di Lamkleng yang kedalamannya kini sudah hampir 2 meter.
Selain Nazli, ada lagi ilmuwan yang berpendapat tentang penyebab terjadinya fenomena
tanah longsor atau tanah amblas di Gampong Lamkleng itu.
Dia adalah Khairul Umam ST MSc, Laboran Teknik Geologi Fakultas Teknik USK.
Saat berkunjung ke lokasi Sabtu (16/1/2021), untuk tahap awal Khairul menyimpulkan
bahwa pergerakan tanah yang terjadi di Lamkleng itu akibat rayapan tanah.
Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa
butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali.
Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan pohon atau rumah miring,
bahkan tumbang.
"Kondisi tanah di bawah datar, sedangkan di atas berjalan secara perlahan-lahan," ujar Anggota
Tim Survei Geologi dari Prodi Teknik Geologi USK ini kepada Serambinews.com, Minggu (17/1/2021).
Menurut Khairul, dalam peta geologi, tidak ada patahan sesar Sumatra di kawasan Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie.
Namun, pergerakan ini murni karena kerentanan tanah.