Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Masih Ingat Tanah Bergerak di Aceh? Pakar Ini Yakini Disebabkan Tanah Sudah Jenuh terhadap Air

Seorang pakar meyakini fenomena itu terjadi karena Tanah Sudah Jenuh terhadap Air.

Editor: Alexander Pattyranie
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Suasana di lokasi tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, kondisi semakin parah mencapai dua meter, Sabtu (16/01/2021). 

Ketika hujan turun deras dan tanahnya labil, kata Nazli, semua itu berkontribusi terhadap

terjadinya fenomena tanah bergerak di Lamkleng yang kedalamannya kini sudah hampir 2 meter.

Selain Nazli, ada lagi ilmuwan yang berpendapat tentang penyebab terjadinya fenomena

tanah longsor atau tanah amblas di Gampong Lamkleng itu.

Dia adalah Khairul Umam ST MSc, Laboran Teknik Geologi Fakultas Teknik USK.

Saat berkunjung ke lokasi Sabtu (16/1/2021), untuk tahap awal Khairul menyimpulkan

bahwa pergerakan tanah yang terjadi di Lamkleng itu akibat rayapan tanah.

Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa

butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali.

Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan pohon atau rumah miring,

bahkan tumbang.

"Kondisi tanah di bawah datar, sedangkan di atas berjalan secara perlahan-lahan," ujar Anggota

Tim Survei Geologi dari Prodi Teknik Geologi USK ini kepada Serambinews.com, Minggu (17/1/2021).

Menurut Khairul, dalam peta geologi, tidak ada patahan sesar Sumatra di kawasan Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie.

Namun, pergerakan ini murni karena kerentanan tanah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved