Berita Heboh
Masih Ingat Tanah Bergerak di Aceh? Pakar Ini Yakini Disebabkan Tanah Sudah Jenuh terhadap Air
Seorang pakar meyakini fenomena itu terjadi karena Tanah Sudah Jenuh terhadap Air.
Kondisi tanah yang rentan tak sanggup lagi menampung beban di atasnya seperti bangunan,
sehingga secara perlahan-lahan lereng tanah turun, terutama saat curah hujan tinggi.
"Kemungkinan, pergerakan tanah ini bisa lambat terjadinya apabila musim kemarau," kata Khairul.
Di luar pendapat Khairul Umam dan Nazli Ismail di atas, kini muncul klaim baru dari sejumlah
mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang penyebab tanah longsor
di Gampong Lamkleng itu.
Para mahasiswa ini datang ke Aceh bukan khusus untuk meneliti fenomena geologis berupa
pergerakan tanah di Gampong Lamkleng, Aceh Besar.
Mereka berada di Banda Aceh dan Aceh Besar justru untuk melakukan riset jejak
paleotsunami (tsunami purba) di Guha Ek Luntie, Kecamatan Lhoong, Ace Besar.
Begitu mendengar kabar ada fenomena tanah bergerak di Gampong Lamkleng,
para mahasiswa tersebut pun tertarik untuk datang, melihat langsung kondisinya.
Setelah berkoordinasi dengan pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA),
para mahasiswa ITB itu pun difasilitasi dan dikawal untuk sampai ke Gampong
Lamkleng pada 13 Januari lalu.