Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Jelang Perayaan Natal, Warga Mulai Padati Pasar 54 Amurang

Jelang perayaan Natal 25 Desember 2020 terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di pusat kota Amurang Raya

Tribun manado / Andrew Pattymahu
Warga Mulai Padati Pasar 54 Amurang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jelang perayaan Natal 25 Desember 2020 terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di pusat kota Amurang Raya.

Kemacetan ini mulai dari depan Kantor Bank SulutGo Cabang Amurang sampai di depan Kantor KPU Minsel. Bahkan arus lalu lintas tersendat dapat dilihat di dalam kompleks Pasar 54 Amurang.

Kemacetan disebabkan kendaraan roda empatnyang parkir di badan jalan dan juga antusiasme masyarakat berbelanja untuk keperluan Natal.

Dolvie Mangindaan warga Kecamatan Amurang Timur, Selasa (22/12/2020) mengatakan hal ini lumrah terjadi jelang hari raya.

Namun yang perlu diingat supaya warga yang datang berbelanja dapat memperhatikan ptotokol kesehatan.

Baca juga: Pasangan Paula Runtuwene-Harley Mangindaan Gugat KPU, Sunday Sebut Sudah Siapakan Berkas & Jawaban

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Tinjau Pelaksanaan Rapid Test di Mal

Baca juga: Jelang Natal Harga Daging Babi Stabil, Namun Harga Pakan Ternak Meningkat

"Karena masih dalam suasana pandemi covid-19 mari kita saling menjaga bersama," 

Hal sama diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minsel Adrian Sumuweng. Dia meminta kepada pedagang dan pembeli untuk tetap menjaga protokol kesehatan ketika bertransaksi.

"Tapi kita harus tetap menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jalankan protokol kesehatan lainnya," kata dia.

Sementara itu Jelang perayaan Natal, harga daging babi melonjak naik. Kenaikan harga ini disyukuri oleh sejumlah pengusaha babi.

Jesica Tambayong peternak babi dari Kelurahab Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kepada www.tribunmanado.co.id Senin (21/12/2020) mengatakan sebelum ada kenaikan, harga per kilogram daging babi Rp 45.000.

Baca juga: Pemkot Tomohon Anggarkan Rp 71 M untuk Penanganan Covid-19, Sudah Habis Rp 50 M

"Sekarang sudah 55 ribu perkilogram atau naik sepuluh ribu rupiah per kilonya," kata dia.

Harga tadi merupakan harga jual di masyarakat. Kalau sebagai pengusaha babi, dia menjual untuk timbang kotor Rp 32.000 sampai Rp 33.000 per kilogram. Sebelumnya hanya Rp 28.000.

"Permintaan sekarang juga baik sangat signifikan. Saya sangat bersyukur karena bisa mendapat keuntungan," ujarnya.

Baca juga: Sentil Masa Lalunya, Titi DJ Tersinggung Saat Jadi Juri Indonesian Idol: Kalian Ini Kekanak-kanakan

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

 
 

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved