Breaking News:

RENUNGAN

RENUNGAN - Tangan Bersih, Hati yang Murni

Hanya orang kudus dan yang dikuduskan Allah yang boleh menghampiri dan datang di hadapan Kekudusan Allah. Orang yang tidak kudus, pantang mendekatkan

Editor: Aswin_Lumintang
Superbook
Cara mengajarkan anak firman Tuhan 

Mazmur 24:4

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hanya orang kudus dan yang dikuduskan Allah yang boleh menghampiri dan datang di hadapan Kekudusan Allah. Orang yang tidak kudus, pantang mendekatkan diri di hadapan Allah yang Kudus.

Orang kudus adalah orang yang disendirikan atau menyendirikan dirinya dari perbuatan yang jahat, dan memelihara kelakuan yang bersih, benar, tulus ikhlas sesuai firman-Nya.

Ilustrasi
Ilustrasi (https://goo.gl/J3P7Mi)

Firman Tuhan hari ini menegaskan tentang kriteria dan ciri khas, orang kudus dan dikuduskan Allah, yang hidupnya berkenan kepada-Nya.

Yakni: "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu." (ay 4)

Pertama, bersih tangannya. Tangan di sini menunjuk kepada kelakuan, prilaku dan atau perbuatan seseorang. Hanya orang yang kelakuannya bersih dari dosa dan tidak melakukan kejahatanlah yang Tuhan perkenankan datang kepada-Nya. Bukan penumpah darah, pembunuh, pendendam dan suka menyiksa, menghina, menista dan menghukum sesama. Jadi, kelakuannya harus bersih.

Kedua, murni hatinya. Maksudnya, bukanlah yang hatinya penuh niat jahat. Ada kemunafikan di balik kebaikan hati. Mengasihi sesama atau orang, tidak tulus, tapi penuh dengan intrik dan cenderung memanfaatkan orang lain untuk menjadi alat dalam rangka mencapai ambisi dan keserakahannya. Kasih dan hatinya sesungguhnya hanya untuk pencitraan agar disebut baik, padahal ada rencana jahat di balik kebaikan hatinya. Hatinya tidak murni dan tidak tulus dan pasti tidak ikhlas.

Ketiga, bukan penipu. Hampir sama dengan yang kedua. Bukanlah iblis yang menyerupai malaikat terang. Bersembunyi di balik kebaikan, padahal itu adalah kepalsuan. Suka menipu sesama dengan siasat jahat, menjebak dan menghancurkan sesama entah secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi (silent act).

Keempat, sumpah palsu. Jauhlah dari kita mengangkat sumpah untuk membenarkan diri, padahal semuanya adalah kepalsuan. Di tengah jemaat kita bersumpah setia, padahal hanyalah kedok.

Karena itu, orang jahat, orang lalim, orang berdosa, Allah tidak berkenan. Dia menolak tangan yang kotor, hati yang tidak murni, yang suka menipu dan bersumpah palsu. Pasti dibuang Allah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved