Breaking News:

Opini

Pemanfaatan Limbah Solusi Petani Sejahtera

Pembangunan pertanian merupakan upaya pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian

Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pemanfaatan Limbah Solusi Petani Sejahtera 

Penulis: Sintya J K Umboh dan V H L Rembang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pembangunan pertanian merupakan upaya pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian agar pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat.

Peningkatan produktivitas selain dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal petani juga dipengaruhi oleh peran serta kelompok tani.

Kelompok tani adalah sejumlah petani dalam satu wilayah yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. Secara filosofis kelompok tani dibentuk untuk memecahkan permasalahan yang tidak dapat diatasi secara individu.

Keberadaan lembaga berbasis masyarakat ini memiliki peranan penting dalam mendistribusikan program bantuan, membentuk perubahan perilaku anggotanya, dan menjalin kemampuan kerjasama antar anggota sehingga mampu memiliki wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad, dan kemampuan perilaku berinovasi.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Medy Lensun Ajak Generasi Muda Bisa Membawa Indonesia Lebih Hebat

Baca juga: Tiga Pemuda Pencuri Laptop Ditangkap Tanpa Perlawanan

Baca juga: Bawaslu Minta Paslon Tertibkan Posko Pemenangan, Ismail: Jangan Jadi Wadah Penularan Covid-19

Salah satu lembaga berbasis masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara yakni Kelompok Tani Usaha Bersama yang berada di desa Ranotongkor Timur Kecamatan Tombariri Timur. Kelompok tani yang dibentuk tahun 2012 bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota melalui upaya peningkatan produktivitas ternak sapi dan tanaman jagung sebagai usaha produktif.

Mengingat kedua jenis usaha ini merupakan usaha pertanian yang sudah turun-temurun menjadi andalan usaha pertanian masyarakat.

Namun demikian dalam pengembangan usaha ternak sapi petani peternak belum dapat mengatasi masalah kekurangan pakan.

Baca juga: Gelar Rakor Pengawasan Pemilu, Bawaslu Bolmut Ingatkan ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

Baca juga: Mahasiswa Ini Pamit ke Calon Mertua Bawa Tunangan, Tak Tahunya Dibawa ke Rumah Kosong

Petani peternak hanya membiarkan, membuang atau membakar limbah tanaman jagung pada setiap selesai panen. Hal ini disebabkan karena petani peternak belum memiliki pengetahuan penggunaan pakan alternatif yakni pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah.

Pengetahuan anggota kelompok dalam penggunaan jagung sebagai pakan masih sebatas pada pemberian tanaman jagung secara langsung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved