Tajuk Tamu Tribun Manado
Taman Wisata Alam Batu Putih, Surganya Para Pelancong
Spot ketiga, tempat bermain monyet yaki. Satwa yang paling banyak mendiami kawasan TWA Batu Putih adalah jenis monyet yaki (Macaca nigra).
Penyebab pasir di pantai ini dominan hitam adalah karena pengaruh batuan vulkanik dari Gunung Tangkoko yang berada tepat di tengah-tengah kawasan hutan Tangkoko bersanding gagah dengan Gunung Duasudara. Pantai Pareng merupakan salah satu tempat favorit bagi monyet yaki (Macaca nigra) untuk bermain.
Banyak pengunjung yang menjadikan moment perjumpaan terbaik dengan monyet yaki di sekitar Pantai Pareng, khususnya pengunjung yang hobi fotografi.
Spot kedua, pohon beringin tempat tidur tarsius. Beberapa pohon beringin yang cukup besar yang ada di dalam kawasan TWA Batu Putih menjadi habitat yang sangat ideal bagi spesies tarsius.
Pohon beringin yang paling banyak dihuni tarsius dan mudah dijangkau berada di sekitar pos 3 – bangunan yang menjadi pusat penelitian Macaca Nigra Project selama beberapa tahun terakhir.
Lokasi ini menjadi tempat berkumpul pengunjung yang tertarik untuk melihat tarsius menjelang malam hari. Tarsius merupakan satwa yang aktif pada malam hari (nocturnal).
Untuk melihat satwa ini, waktu berkunjung paling tepat ke habitatnya adalah pada saat hari mulai gelap atau di atas jam 5 sore, ketika tarsius mulai keluar dari lubang persembunyiannya.
Anda tidak diperbolehkan untuk mengunjungi habitat tarsius sebelum jam 5 sore karena dapat mengganggu perilaku tarsius.
Spot ketiga, tempat bermain monyet yaki. Satwa yang paling banyak mendiami kawasan TWA Batu Putih adalah jenis monyet yaki (Macaca nigra).
Sebagian besar wilayah TWA Batu Putih merupakan daerah jelalah (home range) monyet yaki. Cukup mudah menemukan kelompok-kelompok yaki di lokasi ini, di samping karena jumlahnya yang cukup banyak, juga karena pohon tempat tidur dan tempat bermain dua kelompok besar monyet yaki di TWA Batu Putih cukup dekat dengan kantor resort TWA Batu Putih.
Kalau Anda datang ke TWA Batu Putih agak pagi, Anda akan dengan mudah menjumpai kelompok monyet yaki dalam jumlah besar yang sedang duduk-duduk di sepanjang jalan di dalam TWA Batu Putih.
Jika Anda bertemu dengan kelompok monyet yaki di TWA Batu Putih, beberapa hal yang harus Anda perhatikan antara lain jaga jarak Anda dengan monyet yaki paling tidak 5 meter, jangan membawa makanan di tangan dan jangan membuat gerakan yang akan membuat monyet yaki merasa terancam.
Monyet yaki yang ada di TWA Batu Putih umumnya sudah cukup terbiasa bertemu dengan manusia, mereka tidak akan terusik jika Anda berada di dekat mereka sepanjang Anda tidak membuat gerakan yang membuat mereka merasa terancam.
Namun satu hal yang mesti tetap diingat adalah betapapun jinaknya monyet yaki yang Anda temui, namun monyet yaki tetaplah satwa liar yang memiliki sifat liar yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi agresif.
Oleh karenanya jarak paling aman dengan monyet yaki ketika Anda berkunjung ke TWA Batu Putih adalah 5 meter.
Sewaktu-waktu selama Anda berkunjung ke beberapa spot di TWA Batu Putih, kalau beruntung Anda juga dapat menjumpai kus-kus (Phalanger ursinus) yang mendiami lokasi ini selama bertahun-tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yakub-ambagau-kepala-seksi-konservasi-wilayah-i-bitung-balai-ksda-sulut.jpg)