Breaking News:

Berita Pilkada Sulut

Pengamat Politik: Awas Ada 'Cukong' Dibalik Dana Kampanye Para Paslon Pilkada di Sulut

Terkait dengan dana Kampanye para Paslon yang dinilai kontradiksi dan tidak sesuai dengan pelaporan dana Kampanye ke KPU.

Penulis: Majer Lumantow | Editor:
Istimewa
Pengamat Politik Dr Stefanus Sampe 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Terkait dengan dana Kampanye para Paslon yang dinilai kontradiksi dan tidak sesuai dengan pelaporan dana Kampanye ke KPU.

Pengamat Politik Sulut Stefanus Sampe Ph.D mengatakan hal ini perlu diklarifikasi oleh para kandidat, apalagi oleh kandidat yang ketika pelaporan dana kampanye hanya melaporkan sedikit dana kampanye, tetapi pada saat kampanye ternyata melaksanakan banyak kegiatan dengan jumlah pembiayaan yang besar.

"Ini sangat tidak masuk akal dan sangat asing, kandidat-kandidat demikian harus dicurigai oleh lembaga pengawas pemilu (Bawaslu) dan harus segera diperiksa," tegas Sampe kepada Tribun Manado.

Kata Sampe, kalau perlu libatkan akuntan publik untuk melakukan pemeriksaan dana-dana kampanye para kandidat ini. Sebab, kandidat yang melapor dana kampanye terbatas tetapi melaksanakan berbagai kegiatan kampanye dengan dana yang besar, dicurigai dicukongi oleh pihak ketiga yang memiliki kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok.

"Mereka ini akan menuntut berbagai fasilitas dan kemudahan setelah kandidat yang mereka sponsori menang. Praktek ini akan mengarah pada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ketika kandidat tersebut menang," papar Sampe.

Dirinya menilai, hal ini bisa terjadi bahwa yang kemudian nanti akan memerintah adalah para cukong-cukong ini, bukan sang kandidat yg menang pilkada. Akhirnya terjadi "Pemerintahan Bayangan" yang dijalankan oleh para cukong.

"Semua dana APBD akan diarahkan untuk kepentingan para cukong ini. Ini sangat merugikan publik di daerah dan mengancam sistem demokrasi yang sedang berlangsung," ujarnya.

Karena itu, kata Sampe, lembaga pengawas pemilu harus mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku terhadap para kandidat ini.

"Dan juga kepada masyarakat diharapkan kritis terhadap hal ini dan kalau perlu tidak memilih kandidat-kandidat yang menawarkan banyak kegiatan dengan anggaran yang besar tetapi dalam laporan keuangan mereka hanya melaporkan sedikit jumlah dana kampanye mereka," pungkas Sampe. (Mjr).

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved