G30S PKI
Perbedaan PKI, Sosialisme, Leninisme, Komunisme dan Marxisme
PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.
TRIBUNMANADO.CO.ID - PKI, Sosialisme, Leninisme, Komunisme dan Marxisme ternyata memili perbedaan.
Tidak ada yang tahu apa itu Partai Komunis Indonesia (PKI), kecuali dari film Pengkhianatan G30S/PKI.
Dari film berdurasi 4 jam 31 menit itu kita tahu bahwa PKI adalah kelompok kejam dan brutal yang menyiksa para jenderal di tahun 1965.
• Telegram Dubes Amerika Ungkap CIA di Balik G30S, Beri Benda Ini ke Soekarno, Ternyata Alat Disadap
• September 2020, Manado Deflasi 0,36 Persen Akibat Penurunan Tarif Angkutan Udara
PKI adalah momok yang tak hidup, tapi tak mati pula.
Di warung kopi, aksi demo, hingga di kantor-kantor pemerintahan, selalu ada orang yang mengingatkan bahayanya "disusupi PKI".
Tapi apa sih sebenarnya PKI itu?
Benarkah PKI adalah pengkhianat yang ingin menghancurkan Indonesia?
Jangan bayangkan PKI seperti sekelompok pemberontak bersenjata yang ingin menggulingkan pemerintahan.
Bayangkanlah PKI seperti partai-partai yang berkuasa sekarang.
Ya, pada zamannya, PKI adalah partai penguasa. Kader-kadernya menduduki kursi dewan dan kursi pejabat.
Di puncak kejayaannya, jumlah anggotanya mencapai 3,5 juta. Belum termasuk kader muda dan simpatisannya di seluruh Indonesia.
PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme
Baik kita jernihkan dulu beberapa terminologi yang kerap dicampuradukkan dan membuat kebingungan.
Jika kita urutkan secara linear sesuai garis waktu, dari lima terminologi di atas, yang pertama muncul adalah sosialisme.
Mengutip pejelasan Franz Magnis Suseno dalam bukunya Pemikiran Karl Marx, dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme (2003), sosialisme adalah sebuah gagasan kuno tentang kepemilikan bersama.