Update Virus Corona Sulut

Sulut Disebut Perlu Merevisi Kebijakan Covid-19, Dandel: Beliau Tak Lihat Data Secara Komprehensif

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah daerah harus mereview kembali kebijakan penanganan Covid-19.

Penulis: Erlina Langi | Editor: Gryfid Talumedun
Tangkapan layar Vidcon
Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengatakan apa yang disampaikan juru bicara gugus tugas pusat, terkait masuknya Sulut sebagai lima provinsi dengan insiden tertinggi dan harus merevisi kebijakan penanganan Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah daerah harus mereview kembali kebijakan penanganan Covid-19.

Pasalnya tingginya kasus yang masih terjadi, perlu mendapat perhatian serius dari seluruh daerah yang masuk zona rawan atau bahaya penyebaran Corona

"Ini perlu mendapat perhatian serius dan pemerintah daerah harus melakukan peninjauan kembali terkait kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan," ujarnya.

Peringatan HUT Sulut ke-56, Ada Pemecahan Rekor Muri hingga Lomba Berhadiah Rp 100 Juta

Adisasmito mengatakan saat ini juga ada lima provinsi dengan insiden tertinggi yang perlu menelaah kembali kebijakannya soal penanganan Covid-19 selain DKI Jakarta. Yakni Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Bali.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengatakan apa yang disampaikan juru bicara gugus tugas pusat, terkait masuknya Sulut sebagai lima provinsi dengan insiden tertinggi dan harus merevisi kebijakan penanganan Covid-19, tidak sesuai fakta di lapangan

"Apalagi, sekarang ini indikator kita jauh lebih baik dari indikator nasional, karena jika dilihat dari keterisian ruang isolasi sekarang Sulut hanya menampung 30 persen pasien Covid. Target swab kita juga saat ini terpenuhi tiga minggu berturut-turut," ujarnya.

Belum lagi, tambahnya, positivity rate di Sulut terus menurun bersamaan dengan penambahan kasus yang kian menurun juga meski pemeriksaan swab yang terus dilakukan secara masif, sehingga disini kami bertanya apa alasannya yang membuat Sulut harus merubah kebijakan saat ini

"Menurut saya, kemungkinan beliau tidak melihat data secara komprehensif trend penurunannya, karena insiden tinggi di Sulut sudah sejak Juli namun saat ini terus terjadi penurunan jumlah kasus," tandasnya. (drp)

 Mencuat Pembunuh Yodi Prabowo Ditangkap Polda Metro Jaya, Faktanya Terungkap Setelah Diperiksa

 Mama Muda Ditipu Pejabat Pemprov, Minta Berhubungan di Sembarang Tempat, DS: Gelagatnya Tak Baik

 Menteri PUPR Tolak Permohonan Anies Baswedan, Basuki Hadimuljono Sebut Ada yang Menyalahi Aturan

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved