Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jakob Oetama

Sosok Jakob Oetama, Ajarkan Sikap Rendah Hati kepada Seluruh Orang Terdekat

Jakob Oetama, seorang pendiri Kompas, meninggal dunia, Rabu (09/90/2020).

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
ARSIP KOMPAS
Foto pendiri harian Kompas Jakob Oetama dan PK Ojong; J Adisubrata, Pemimpin Redaksi Majalah Intisari, dan Irawati saat masih di Jalan Pintu Besar Selatan 86-88 Jakarta Kota, sebelum tahun 1969. 

TRIBUNMANADO.OC.ID, JAKARTA - Jakob Oetama, pendiri Kompas, meninggal dunia, Rabu (09/90/2020).

Jakob Oetama, dikenal memiliki sikap rendah hati yang menjadi ciri khas sepanjang hidupnya.

Dia mewariskan kerendahhatian itu kepada rekan kerja, kerabat, serta generasi selanjutnya.

BACA JUGA :

 Istri Ngamuk Bawah Teman-temannya Keroyok Selingkuhan Suaminya di Tengah Jalan hingga Pincang

 Akhirnya, Pencairan BLT Karyawan Rp 600 Ribu Tahap 3, Menaker: Lebih Banyak dari Tahap Satu dan Dua

 Perseteruan Arab-Israel, Kisah Perang pada 1948, Strategi Jitu Membuat Bangsa Yahudi Menang

TONTON JUGA :

Sejumlah pernyataan kerabat turut mendokumentasikan kerendahhatian itu. P Swantoro, misalnya,

menyebut Jakob memiliki kesabaran dan sikap kebapakan yang menyelip dalam keahlian profesional.

Dalam Syukur Tiada Akhir (2015), dia menyebut Jakob bukanlah sosok pemimpin yang sewenang-wenang.

Dia terbuka terhadap masukan dari anak buahnya.

”Saya bisa bertahun-tahun menjadi pendampingnya, justru betah karena sikapnya yang tidak bossy.

Ada kesabaran dan sifat kebapakan darinya meski kadang-kadang pun disalahgunakan oleh

anak buah,” kata P Swantoro dalam buku tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved