Pilkada 2020
Pilkada Boltim, Pers Bisa Meningkatkan Partisipasi Pemilih
Pemilihan umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi untuk masyarakat Indonesia.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pemilihan umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi untuk masyarakat Indonesia.
Dengan Pemilu, masyarakat bisa menentukan calon pilihan yang akan menjadi pemimpin, baik legislatif maupun eksekutif.
Tahun 2020, merupakan tahun pesta demokrasi di Sulawesi Utara (Sulut) pasalnya pada 9 Desember mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pemulihan kepala saerah serentak.
• VaSung Reses Serap Aspirasi Masyarakat Sulut, Sekaligus Salurkan Bantuan Covid-19
Tak terkecuali di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang juga akan menggelar pemilihan serentak Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati tahun 2020.
Tak hanya peran dari masyarakat, suksesnya Pemilu di Boltim juga ada campur tangan pers.
Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Sulut Divisi Hukum dan Pengawasan Meidy Tinangon.
Meidy yang juga koordinator wilayah Boltim mengatakan, peran pers dalam tahapan pemilihan serentak tahun 2020 sangat penting.
• Ini Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI
Menurut Meidy, peran pers akan membuat masyarakat dapat mengetahui pesan yang ingin disampaikan oleh penyelenggara Pemilu.
“Pers mampu jadi penyambung lidah dari KPU. Sehingga tahapan pemilihan Gubernur Sulut dan pemilihan bupati Boltim dapat diketahui oleh masyarakat luas dengan baik,” ucap Meidy Tinangon.
Menurutnya, untuk menaikan partisipasi pemilih dalam pemilihan serentak di Kabupaten Boltim, KPU boltim tidak boleh sepi dari pemberitaan.
“KPU Boltim jangan sepi dari pemberitaan. Dalam peresmian launching media center di Minahasa saya tekankan KPU itu tiada hari tanpa berita, Jika booming dan viral akan menaikan partisipasi pemilih,” ungkap Tinangon.
• Rumah Bagi Korban Bencana Sangtombolang Mulai Dibangun
Ia pun meminta KPU untuk intens dalam pemberitaan, karena semakin viral dan booming pemberitaan di Kabupaten Boltim, maka menjadi keuntungan sendiri bagi KPU untuk menaikkan partisipasi pemilih.
“Jika partisipasi pemilih naik, maka boltim akan mempertahankan tren partisipasi pemilih bisa capai 90an persen,” ucapnya.
Meidy pun sembari mengingatkan KPU untuk terus bersinergi dengan pers sebagai pilar keempat demokrasi. (ana)
• BI Sulut: Covid-19 Tekan Kinerja Perekonomian Sulut di Triwulan II 2020