Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

BI Sulut: Covid-19 Tekan Kinerja Perekonomian Sulut di Triwulan II 2020

Pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan II tahun ini terkontraksi -3,89 persen dibanding periode sama tahun lalu (yoy)

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
fernando lumowa/tribun manado
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan II  tahun ini terkontraksi -3,89 persen dibanding periode sama tahun lalu (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, menurunnya kinerja perekonomian Sulut di triwulan II sebagai dampak kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19.

"Pembatasan sosial, Work from Home, School from Home, penghentian sementara penerbangan, tak ada event dan lain-lain, itu semua mata rantai yang tak bisa bergerak sehingga roda ekonomi melambat," ujar Arbonas kepada Tribun Manado, Jumat (07/08/2020).

Ia menjelaskan, PE Sulut tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020 yang tumbuh sebesar 4,27 persen (yoy) maupun dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2019 yang masih tumbuh tinggi sebesar 5,8 persen (yoy).

Wagub Canangkan HUT ke-75 RI dan HUT ke-56 Sulut, Berikut Rangkaian Kegiatan HUT RI

Kontraksi perekonomian Sulut tersebut masih sedikit lebih baik dibandingkan kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional triwulan Il 2020 yang mencapai -5,32 persen (yoy).

Dijelaskan,  bila dilihat dari sisi lapangan usaha (LU), tiga dari lima lapangan usaha utama ekonomi Sulut tercatat mengalami kontraksi.

Lapangan usaha utama yang terkontraksi adalah transportasi, perdagangan dan konstruksi. Sementara itu, pertanian dan industri pengolahan masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Kinerja transportasi dan pergudangan pada triwulan Il terkoreksi cukup dalam dan tercatat tumbuh -31,49 persen (yoy).

Pilkada Boltim, SK PDI Perjuangan Masih Menunggu Keputusan DPP

Kontraksi LU ini memberikan kontribusi terbesar pada kontraksi ekonomi Sulut yaitu mencapai sebesar -2,82 persen (yoy) dari total kontraksi perekonomian sebesar -3,89 persen (yoy).

Aktivitas ekonomi yang berjalan terbatas seiring upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Sulut, termasuk melalui implementasi protokol kesehatan dalam operasional transportasi menyebabkan penurunan utilitas dan okupansi angkutan.

Hal ini tercermin dari data penumpang angkutan udara dan angkutan laut yang masing-masing terkontraksi sebesar -91,39% (yoy) dan -77,69% (yoy).

Pembatasan aktivitas termasuk pemberlakuan pola kerja work from home juga berdampak pada penurunan permintaan transportasi darat sepanjang triwulan II 2020.

Gadis Cantik di Tondano Ini Harap Kesadaran Warga Mematuhi Protokol Kesehatan

Sejalan dengan pembatasan aktivitas masyarakat, penutupan pusat-pusat perbelanjaan pada masa tanggap darurat Covid-19 juga menurunkan kinerja LU perdagangan.

Meski demikian, peningkatan aktivitas perdagangan secara gradual terutama sejak minggu ketiga Mei 2020 menahan penurunan kinerja yang lebih dalam. Sehingga pertumbuhan LU perdagangan tercatat sedikit terkontraksi sebesar -0,90 persen (yoy).

Kondisi ini tercermin dari volume muat barang antar pulau Sulut yang pada Juni 2020 tercatat tumbuh sebesar 161,59 persen (yoy) setelah pada dua bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 53,25 persen (yoy).

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved