Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Fakta di Balik 'Suku Tikus', Tinggal di Bawah Tanah, Berharap Bisa Melejitkan Karir di Beijing

Kalau pun boleh disebut, komunitas tersebut kelompok masyarakat “Tuna Wisma” yang memanfaatkan terowongan bawah untuk belindung di keseharian.

Editor:
Twitter @people/Kompas.com
Terowongan Suku Tikus di bawah kota Beijing, China. 

Pembangunan terowongan itu dimulai pada 1969 selama puncak ketegangan dan kekhawatiran akan konflik skala penuh antara China dan Uni Soviet.

Mao Zedong, yang saat itu menjadi ketua Partai Komunis China, mengatakan kepada warga untuk "menggali terowongan yang dalam, menyimpan makanan, dan bersiap untuk perang".

Selama sepuluh tahun berikutnya, sekitar 300.000 orang, kebanyakan warga sipil, membangun jaringan luar biasa, yang pada penyelesaiannya menampung 10.000 bunker atom, gudang, dan pabrik serta restoran, teater, dan fasilitas olahraga.

Otoritas China memperkirakan kompleks tersebut dapat menampung seluruh populasi Beijing, pada saat itu sekitar enam juta orang.

Terowongan tidak pernah digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan, tetapi selama beberapa dekade berikutnya telah diperbarui oleh komunitas lokal untuk menampung hotel-hotel murah dan bisnis lainnya.

Salah seorang warga laki-laki bernama Wei mengatakan dirinya tinggal di area itu bersama 9 orang lainnya.

"Saya merasa baik-baik saja karena saya khawatir jatuh miskin," ujar Wei.

Dia menceritakan kalau banyak dari temannya tinggal di apartemen di atas tanah namun itu terlalu membuat mereka nyaman.

"Tempat ini memaksa saya untuk bekerja lebih keras."

Menurut Annette Kim, seorang profesor di University of Southern California yang telah mempelajari kehidupan 'Suku Tikus' itu mengatakan bahwa tempat itu menjadi solusi alternatif untuk masalah yang dihadapi oleh banyak orang di kota itu.

Meskipun masa depan tempat itu masih belum pasti, beberapa penduduk setempat dilaporkan bekerja dengan desainer untuk mengubah terowongan yang kosong menjadi ruang komunitas yang lebih hidup. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Apa dan Bagaimana Kehidupan 'Suku Tikus' Bawah Tanah Kota Beijing?, https://palembang.tribunnews.com/2020/08/07/apa-dan-bagimana-kehidupan-suku-tikus-bawah-tanah-kota-beijing?

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved