Berita Internasional
Fakta di Balik 'Suku Tikus', Tinggal di Bawah Tanah, Berharap Bisa Melejitkan Karir di Beijing
Kalau pun boleh disebut, komunitas tersebut kelompok masyarakat “Tuna Wisma” yang memanfaatkan terowongan bawah untuk belindung di keseharian.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Fakta di balik "Suku Tikus" yang tinggal dan hidup di dalam sebuah terowongan.
Mereka merupakan orang-orang yang tinggal dalam terowongan seluas 77,6 kilometer dibawah kota beijing.
“Suku Tikus” yang dimaksud merupakan jutaan pekerja berpenghasilan rendah.
Dikenal sebagai 'Suku Tikus' karena tinggal di sebuah terowongan yang terdiri dari 3 lantai di bawah tanah kota Beijing.
Kalau pun boleh disebut, komunitas tersebut kelompok masyarakat “Tuna Wisma” yang memanfaatkan terowongan bawah untuk berlindung di keseharian.

Tempat itu disebut Dixia Cheng atau 'The Dungeon', dibangun di bawah kota Beijing.
Dulunya, tempat itu merupakan area perlindungan dari bom selama Perang Dingin.
Luasnya, sekitar 30 mil persegi (77,6 kilometer persegi).
Kebanyakan dari orang-orang yang tinggal di dalamnya adalah para pekerja migran dan kawula muda yang berharap bisa melejitkan karir di kota terpenting di China itu.
Jumlah penduduknya semakin meningkat, melansir New York Post, Kamis (6/8/2020) totalnya mencapai 1 juta orang.
Banyak tempat di area itu kekurangan pencahayaan namun harganya sepertiga lebih murah dibandingkan tempat tinggal di atasnya.
Banyak juga orang yang telah hidup di area itu selama beberapa dekade dengan beberapa orang lainnya mulai keluar karena sudah cukup 'tabungan' untuk membeli apartemen 'di atas' tanah.
Tempat tinggal para 'Suku Tikus' secara teknis ilegal menurut keputusan pemerintah Beijing pada 2010.
Beberapa warga bahkan telah diusir meski kini sebagian besar lainnya diizinkan tinggal.
Kapan terowongan itu dibuat?
