Nasional Politik
Djarot S Hidayat Sindir Keras Akhyar Nasution Berkhianat ke Demokrat: Nafsu Berkuasanya Kelewatan
Menurut Djarot, langkah Akhyar Nasution yang dengan mudah berpindah partai dianggap sebuah pengkhianatan.
PDIP tidak hanya mempertimbangkan faktor elektoral, tetapi juga bagaimana proses menjadi pemimpin.
Proses itu termasuk berproses dari suara arus bawah, dilanjutkan tahapan-tahapan penyaringan seperti psikotes hingga pembobotan politik.
"Tetapi juga ada kepentingan strategis, baik bersifat nasional maupun juga di dalam kerja sama antar-parpol," ucap Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto menambahkan, sebagai parpol yang terus membangun kemampuan berorganisasi demi membangun pemerintahan yang baik dan bersih, maka PDIP memastikan aspek-aspek hukum.
PDIP tidak pernah mencalonkan bakal calon yang punya persoalan hukum.
PDIP berkomitmen juga melalui sekolah partai, semua calon yang mendapatkan rekomendasi akan dididik serta disiapkan.
Dengan aspek-aspek strategis berbasis gotong royong, pemahaman terhadap pembumian ideologi Pancasila, hingga belajar best practice dari kepala daerah yang berhasil.
"Dan Alhamdulillah, kepala-kepala daerah yang mampu mengambil langkah terobosan dan dinyatakan berhasil oleh rakyat itu sebagian besar berasal dari PDI Perjuangan."
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang ditunjukkan sehingga melalui langkah-langkah sistemik itu, kepemimpinan kader PDI Perjuangan banyak diterima oleh masyarakat," paparnya. (Seno Tri Sulistiyono/Chaerul Umam)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Sanksi Tegas PDIP untuk Akhyar Nasution, Djarot S Hidayat Bilang Akhyar Otomatis Dipecat, https://medan.tribunnews.com/2020/07/25/sanksi-tegas-pdip-untuk-akhyar-nasution-djarot-s-hidayat-bilang-akhyar-otomatis-dipecat?page=all