Update Virus Corona Sulut

Tangani Pandemi Covid-19, Pemerintah Berikan Fasilitas PPh untuk Masyarakat

Dampak penyebaran Covid-19 telah mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia

Istimewa
Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut Tri Bowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dampak penyebaran Covid-19 telah mempengaruhi aktivitas ekonomi
masyarakat Indonesia.

Karenanya, pemerintah memfasilitasi masyarakat dengan memberikan
fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) sebagai salah satu dukungan untuk menangani dampak Covid-19.

Jenis kegiatan yang bisa mendapatkan fasilitas pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

Produksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga Wajib pajak dalam negeri yang memproduksi alat kesehatan, antiseptic hand sanitizer, dan disinfektan dapat menerima tambahan pengurangan penghasilan neto sebesar 30 persen dari biaya produksi yang dikeluarkan.

Tatap New Normal, Bank Citra Terapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

"Alat kesehatan yang dimaksud meliputi masker bedah dan respirator jenis N95, pakaian pelindung diri, sarung tangan bedah, sarung tangan pemeriksaan, ventilator, dan reagen diagnostic test untuk Covid-19," kata Kepala Kanwil Ditjen Pajak Suluttenggomalut Tri Bowo, Selasa (20/06/2020).

Selanjutnya, sumbangan dalam rangka penanganan Covid-19. Wajib pajak yang memberikan donasi atau sumbangan dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 dapat memperhitungkan donasi atau sumbangan sebagai pengurang penghasilan bruto.

Sumbangan yang dapat diperhitungkan adalah sumbangan dalam bentuk uang, barang, jasa, atau pemanfaatan harta tanpa kompensasi, yang diberikan kepada Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, atau lembaga lain yang telah memperoleh izin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan.

Kabupaten Bolsel Menuju New Normal, Angka Pasien Covid-19 kembali Nol

lalu, penugasan di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19. Tenaga kesehatan serta tenaga pendukung kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan honorarium atau imbalan lain dari pemerintah dapat menerima penghasilan tambahan tersebut secara penuh karena dikenai pajak penghasilan dengan tarif 0 persen.

"Tenaga kesehatan yang dimaksud termasuk dokter dan perawat, sedangkan tenaga pendukung
kesehatan antara lain asisten tenaga kesehatan, tenaga kebersihan, tenaga pengemudi ambulans, tenaga administrasi, tenaga pemulasaran jenazah, serta mahasiswa di bidang kesehatan yang diperbantukan di fasilitas pelayanan kesehatan," jelasnya.

Kemudian, penyediaan harta untuk digunakan dalam penanganan Covid-19. Wajib pajak yang menyewakan tanah, bangunan atau harta lainnya kepada pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 dan mendapatkan penghasilan sewa dari pemerintah dapat menerima penghasilan tersebut secara penuh karena dikenai pajak penghasilan dengan tarif 0 persen.

Mailangkay Ajak Relawan Victory Dukung Penuh VAP Bertarung di Pilgub

Fasilitas selanjutnya, pembelian kembali saham di bursa efek. Selain memberikan fasilitas untuk kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19, pemerintah juga memberikan fasilitas kepada emiten yang melakukan pembelian kembali saham yang diperjualbelikan di bursa (stock buyback) dalam rangka mempertahankan stabilitas pasar saham berdasarkan kebijakan pemerintah pusat atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka stabilisasi pasar saham.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved