Berita Heboh
WASPADA Kelas Radikalisme Online via Konferensi Video, ICIS Beri Saran Ini ke BNPT
Melalui video conference, orang bisa mengajarkan ajaran radikal kepada pengikutnya melalui kelas online.
tengah kemajuan teknologi.
Selain itu, Menurut pria yang pernah menjadi Rais Syuriah NU di Jepang pada tahun 2004-2006 ini bahwa ketika
seseorang bisa memahami agamanya dengan baik, maka secara otomatis orang tersebut akan bisa menerima
Pancasila itu dengan benar.
Hal itu mengingat nilai-nilai Pancasila selaras dengan ajaran Islam.
“Yang terjadi sekarang kan dalam memahami ajaran agama saja mereka banyak memiliki permasalahan dalam
memahaminya, sehingga ketika agama disandingkan dalam konteks bernegara dan berpolitik ada miss, ada sesuatu
yang hilang dari pemahaman mereka. Inilah kemudian yang memunculkan bibit intoleransi, radikalisme seperti yang
terjadi sekarang ini,” katanya menjelaskan.
Itulah kenapa menurut Khariri, agama dan Pancasila ini selalu dibenturkan. Hal ini dikarenakan kurangnya
pemahaman keagamaan.
Untuk itu perlu bagi para tokoh agama atau para ulama-ulama moderat untuk memberikan pemahaman yang benar.
Pancasila selaras dengan Islam
Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc, MA mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam dasar negara Pancasila tercermin nilai-nilai agama, khususnya agama Islam, sehingga tidak seharusnya terjadi benturan antar-keduanya.
KH Khariri Makmun Lc dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat malam, menjelaskan di dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan cermin dari tauhid (Tuhan yang Esa).
Kemudian sila kemanusiaan yang adil dan beradab di dalam Islam berarti al-insaniyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/video-call.jpg)