Tabrakan Kereta di Bekasi
Identitas 53 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Orang Meninggal Dunia
Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, jumlah korban tercatat tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menewaskan 7 orang dan melukai puluhan penumpang.
- Evakuasi berlangsung sulit karena gerbong KRL ringsek, sementara insiden ini juga menjadi sorotan media internasional.
- Layanan KRL dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi karena proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam.
Insiden nahas tersebut menjadi perhatian luas, bahkan hingga media internasional yang menyoroti peristiwa tersebut.
Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, jumlah korban tercatat tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Baca juga: Kronologi Detik-detik Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah akibat benturan.
Sejumlah media asing seperti Associated Press, BBC, dan Daily Mirror turut menyoroti kecelakaan ini sebagai pengingat serius terhadap isu keselamatan transportasi rel di Indonesia.
Mereka menekankan kerasnya benturan saat kereta jarak jauh menabrak bagian belakang kereta komuter yang berhenti, serta sulitnya proses penyelamatan akibat kerusakan berat pada badan gerbong.
7 Orang Meninggal Dunia
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutkan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB.
Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Bobby menjelaskan, proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, di lokasi kejadian. Selain itu, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga telah dievakuasi dari lokasi tabrakan.
"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi," ucap Bobby.
Ia menambahkan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi. Kebijakan ini diterapkan karena proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung.
"Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi," jelasnya.
Bobby juga memastikan tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
| Daftar Nama 16 Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Ada Guru, Nakes, hingga Mahasiswi |
|
|---|
| Profil Arifah Menteri PPPA Disorot Usai Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah: Laki-laki di Belakang |
|
|---|
| Terungkap Alasan Kenapa Gerbong Perempuan Selalu di Ujung KRL, Ini Sejarah dan Pertimbangannya |
|
|---|
| Identitas 15 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Salah Satunya Karyawan Kompas TV |
|
|---|
| Daftar Lengkap 15 Korban yang Meninggal Dalam Insiden Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kondisi-kereta-yang-bertabrakan-antara-KRL-Commuterline-dengan-KA-Argo-Bromo-Anggrek.jpg)