Berita Heboh
WASPADA Kelas Radikalisme Online via Konferensi Video, ICIS Beri Saran Ini ke BNPT
Melalui video conference, orang bisa mengajarkan ajaran radikal kepada pengikutnya melalui kelas online.
dan penyebaran informasi.
Menurut Alumni Universitas Al-Azhar Kairo itu bahwa dulu mereka atau kelompok-kelompok radikal belajar lewat internet
masih sendiri melalui google maka kini sudah dapat menggunakan guru melalui kelas online.
Khariri Makmun mengatakan, kalau pertama mereka masih baca sendiri, di doktrin melalui tulisan.
Nah, kalau sekarang didoktrin melalui pengajaran dan itu jarak jauh, itu tentunya selangkah lebih maju.
"Jadi perlu kita waspadai munculnya generasi kelompok radikal yang hasil dari didikan doktrinasi jarak jauh
melalui kelas online itu,” ujar Khariri Makmun.
Sementara itu, pria yang meraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria, ini pun
menyampaikan bahwa perlunya moderasi beragama untuk memberi ruang kepada orang lain yang berbeda
agama atau berbeda paham dengan kita.
“Dengan berpikir moderat, kita akan memberi ruang kepada orang lain untuk berbeda dengan kita.
Kalau mereka yang radikal itu dia tidak memberi ruang bagi orang lain untuk berbeda dengan dia.
Sehingga siapapun yang berbeda dengan dia dianggap sesat,” ujarnya
Oleh karena itu pria yang juga menjadi Direktur Rahmi (Rahmatan Lil Alamin) Center tersebut mendorong kepada
pemerintah untuk terus mengerahkan upaya lebih dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme di
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/video-call.jpg)