Breaking News:

Update Virus Corona Mitra

Terkait Penyaluran BLT Dandes Tidak Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Kades Liwutung dan Kadis PMD

Meidy D Moaksim saat dikonfirmasi Kamis (25/6/2020), ia telah memenuhi undangan resmi dari DPMD untuk melakukan klarifikasi

Kolase / Istimewa
Kumtua Desa Liwutung Dan Kadis DPMD Mitra 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Terkait dugaan kuat Hukum Tua Desa Liwutung Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan kesalahan kewenangan dalam memberikan penyaluran untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (Dandes).

Laporan tersebut, langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait yang berujung pada pemanggilan Kumtua Desa Liwutung, dalam bentuk undangan untuk memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terkait masalah tersebut.

Informasi tersebut, dari adanya laporan dalam bentuk 'surat kaleng' kepada instansi terkait yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bahwa ada 32 nama yang menerima bantuan di Desa Liwutung tak sesuai dengan kriteria penerima BLT DD.

Dikatakan Kumtua Liwutung Meidy D Moaksim saat dikonfirmasi Kamis (25/6/2020), ia telah memenuhi undangan resmi dari DPMD untuk melakukan klarifikasi terkait laporan dari masayarakat itu, namun disesalinya tidak diberi ruang untuk bicara dan klarifikasi seperti yang dicantumkan dalam undangan tersebut.

"Saya telah menerima undangan untuk memenuhi klarifikasi ke pihak DPMD. Di sana saya bertemu dengan staf bidang yang dimandatkan pimpinan untuk menyampaikan laporan tersebut. Di situ diberitahu, ada laporan bahwa penyalurannya tidak tepat sasaran dan Kumtua menyalah gunakan kewenangan," terang Kumtua.

Hengky Wijaya: Virus Mati Lapar Lebih Bahaya dari Covid-19

Tak menunggu lama, pihak instansi terkait langsung meminta kepada Hukum Tua untuk memilih apakah menerima TGR atau dinonaktifkan.

"Saya sempatkan memberikan pembelaan, bahwa semua data dari penyaluran, telah berdasarkan musyawarah desa dan selama tiga kali digelar, tidak ada keluhan dan tidak ada riak-riak dari masyarakat," pungkasnya merasa tak terima.

Lanjutnya, setelah bertemu dengan staf bagian, Kepala Dinas (Kadis) PMD Royke Lumingas yang saat itu duduk di sisi lain ruangan dan tak mau bertemu langsung dengan yang bersangkutan sempatkan berpesan, "jadi Kumtua sudah paham yah"

"Dari kata itu, saya langsung mengatakan, sudah pak saya sudah paham, tapi minta maaf saya katakan dalam hal ini sebelumnya tidak ada keluhan dari masyarakat dan tak ada riak-riak di desa, tapi Kadis PMD mengatakan tak perlu ada riak-riak. Di situ saya kaget, kalau tidak ada hal seperti itu, kenapa ada laporan seperti ini siapa yang melaporkan ini, dikatakan Kadis, ada pelapor dengan inisial "R," ungkapnya.

Mantos Rencana Buka Lagi 1 Juli 2020, Hengky Wijaya: Semoga Wali Kota Tergerak Hati

Sedikit melakukan penekanan, Kadis PMD sempat menggertak bahwa pihaknya baru saja mengeluarkan SK nonaktif Kumtua di Bentenan, apakah harus membuat SK nonaktif lagi?

Halaman
123
Penulis: Giolano Setiay
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved