Opini
Jangan Tempatkan Tenaga Medis Sebagai Garda Terdepan
Kita sering mendengar bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Menurut hemat kami jargon tersebut tidaklah cocok
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Penulis: Asep Rahman SKM MKes (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat, Sekretaris Lembaga Kesehatan NU Sulawesi Utara)
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kita sering mendengar bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Menurut hemat kami jargon tersebut tidaklah cocok.
Paradigm shift dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat menempatkan tenaga medis bukan lagi garda terdepan, khususnya dalam penanganan Covid-19 ini tentunya.
Ini bukan sekadar cocok atau tidak, melainkan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi kebencanaan kita yang menuntut efektivitas dan efisiensi.
Dalam paradigma sakit, seorang individu akan merasa membutuhkan layanan kesehatan tak kala ketika telah sakit.
Akibatnya, upaya pencegahan dini agar terhindar dari penyakit cenderung terabaikan, karena alam bawah sadar meneguhkan bahwasanya toh jika sakit kan ada tenaga medis yang akan menanganinya.
• Kareena Kapoor dan Saif Ali Khan Disorot Publik Habis-Habisan, Ini Penyebabnya
Sebaliknya paradigma sehat memungkinkan orientasi seseorang untuk menjaga kesehatannya karena merupakan wujud proteksi. Kesehatan dianggap sebagai investasi, sehingga mempertahankan status sehat jauh lebih baik.
Paradigma ini menempatkan preventif dan promotif sebagai tameng perlindungan kesehatan daripada mengedepankan kuratif dan rehabilitatif.
Dalam paradigma sehat ini, peran tenaga kesehatan tidak lagi dominan, justru partisipasi individu masyarakat menjadi salah satu poin penting.
Keterbatasan sumber daya manusia, khusus tenaga medis juga menjadi alasan kenapa perlu untuk tidak menempatkan tenaga medis sebagai garda terdepan.
Kita sudah melihat bagaimana berjibakunya tim medis mulai dari penanganan di lapangan, di layanan kesehatan, hingga beberapa tenaga masih harus ambil bagian dalam penanganan jenazah Covid-19.
Beban kerja yang begitu besar bisa menjadi stres kerja, ditambah lagi angka infeksi Covid-19 sesama rekan medis makin bertambah. Duh, apalagi dituduh berbisnis Covid-19.
• Berhasil Atasi Covid-19, Selandia Baru Umumkan Kemenangannya atas Virus Corona
Lantas siapa yang cocok untuk maju di garda terdepan?
Menurut pandangan penulis, masyarakatlah yang harus menempati posisi ini. Namun, perlu dibekali beberapa informasi dan keahlian tentu.
Layaknya dalam medan perang, masyarakat kita adalah prajurit potensial yang sangat hebat jika dikondisikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/asep-rahman-skm-mkes.jpg)