Pariwisata

Pulau Nenas Boltim Destinasi Wisata yang Cocok untuk Menghiasi Feed Instagram Kamu

Belum lama ini Pulau Nenas viral karena video disko tanah saat lebaran ketupat beredar di media sosial

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Siti Nurjanah
Pulau Nenas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Belum lama ini Pulau Nenas viral karena video disko tanah saat lebaran ketupat beredar di media sosial.

Namun, dibalik viralnya karena disko tanah di saat pandemi Covid-19, Pulau Nenas terkenal akan keindahan pasir putih yang terhampar panjang mengelilingi pulau tersebut.

Pulau Nenas atau Pulau Bombuyanoi sendiri terletak di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), Indonesia.

Nah, bagi yang ingin berwisata di pulau tersebut, kalian perlu naik perahu, katinting atau pajeko sebagai alat transportasi.

Transportasi laut tersebut bisa kalian jumpai di pesisir pantai Desa Baret, Kecamatan Tutuyan, Desa Paret, Kecamatan Kotabunan ataupun mealui dermaga Kotabunan, sudah terjejer perahu nelayan yang siap mengantar Anda sampai ke pesisir pantainya.

Akibat Covid-19, Penerbangan Internasional di Bandara Samrat Manado Turun 60 Persen

Untuk naik transportasi laut, hanya perlu merogoh kocek Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu Anda bisa sampai di pasir putih Pulau Nenas.

Hanya perlu sekira 15 menit sampai ke Pulau Nenas dari dermaga Kitabunan.

Bahkan transportasi tersebut menunggu Anda tanpa batasan waktu.

Para nelayan yang sangat ramah menjadi kesan tersendiri bagi para traveler.

Iskandar Kamaru Senyum Lihat Burung Maleo Terbang Masuk ke Hutan

Bagi kalian yang senang untuk camping, Pulau Nenas adalah tempat yang cocok, selain aman dari binatang buas juga pulau tersebut sangat tenang.

Suara ombak yang menghempas bebatuan kecil akan Anda dengar sesampainya di sana.

Tak hanya itu desiran angin sepoi-sepoi membuat sejuk meski di tengah terik panas matahari.

Tak hanya pasir putih yang menjadi icon Pulau Nenas, ada juga dua danau tersembunyi di antaranya danau masin (air asin) dan danau air tawar, keduanya terletak agak berjauhan.

Adapun tempat swafoto langganan para traveler yaitu dinding batu yang merupakan lukisan alami dikarenakan sering dihempas ombak dan juga area bebatuan yang yang nampak bak di pantai Bali.

Cerita Seprian Lasut, Adik Dirga Lasut Berjuang Sembuh dari Cedera Selama 2 Tahun

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved