News

Juni 2020, TPID Sulut Ingatkan Ancaman Pembalikan Harga Komoditas Bahan Makanan

"Bila distribusí komoditas ini tidak diperhatikan maka, kenaikan harga bisa terus berlanjut dí bulan Juni," ujarnya.

fernando lumowa/tribun manado
Pedagang cabai rawit, tomat, bawang dan lainnya di Pasar Bersehati melayani pembeli. TPID Sulut memprediksi, inflasi Bulan Juni akan sangat dipengaruhi harga bahan makanan, terutama komoditas holtikultura. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut memandang positif pencapaian tingkat inflasi Kota Manado dan Kotamobagu di Bulan Mei 2020.

Memasuki bulan Juní 2020, BI dan TPID memprediksi tekanan inflasi diperkirakan akan berasal dari efek pembalikan harga komoditas darí Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

"Deflasi yang terjadi pada periode permintaan tinggi berísiko membuat petani cenderung untuk mengurangi produksi dalam jangka pendek. Berkurangnya produksi diperkirakan dapat memberikan tekanan inflasi ke depannya, meskipun hal iní belum terjadi dalam jangka pendek," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, Rabu (03/06/2020).

Sementara itu, masalah distribusí komoditas strategis darí luar daerah tetap perlu diperhatikan. Kondisi pasokan komoditas bawang merah dimana Sulut umumnya mengalami defisit, tercatat memberikan tekanan inflasi pada bulan Mei 2020.

"Bila distribusí komoditas ini tidak diperhatikan maka, kenaikan harga bisa terus berlanjut dí bulan Juni," ujarnya.

Dari sisi transportasi, tekanan inflasi diperkirakan relatif terjaga mengingat maskapai sudah memasang tarif batas atas untuk mengkompensasi pembatasan jumlah penumpang.

Katanya, memandang fenomena tersebut, di tengah risiko terjadinya stagnasi harga pada període pandemi Covid-19, kewaspadaan dan perhatian terhadap perkembangan inflasi akan tetap ditunjukkan TPID Sulut maupun kabupaten kota.

TPID Sulut dan kabupaten kota bekerjasama dengan BI telah mengembangkan mekanisme belanja di pasar tradisional dengan memanfaatkan teknologi smartphone.

Dengan pengembangan mekanisme ini, masyarakat diharapkan mampu mengubah pola belanja di pasar tradisional dari offline menjadi online.

Dengan pengenalan dan penerapan pola tersebut diharapkan kuantitas permintaan komoditas strategis di pasar tetap terjaga sehingga petani akan tetap memiliki insentif untuk terus meningkatkan produksi.

Selain itu, TPID juga bekerja sama dengan kelompok-kelompok tani untuk melakukan ekstensifikasi klaster ketahanan pangan untuk menjaga ketersediaan stok di pasar menjelang terjadinya kenaikan permintaan.

Dari sisi permintaan, BI bersama TPID tetap memperhatikan perkembangan terkini dampak wabah Covid-19, termasuk antisipasi kenaikan permintaan kebutuhan pangan sejalan dengan telah bergulirnya sejumlah program stimulus ekonomi dan perluasan jaring pengaman sosial diimplementasikan Pemerintah.(ndo)

BERITA TERPOPULER :

 Terbalik 180 Derajat dengan Syahrini, Ini Sifat Luna Maya yang Bikin Reino Barack Muak, Rey: Keluar

 8 Kebiasaan yang Bikin Cepat Tua, Nomor 5 karena Sering Tidur Dalam Posisi Begini

 Bupati Melawi Kalbar Dinyatakan Positif Covid-19, 5 Keluarganya Ikut Tertular, Diduga dari Menantu

TONTON JUGA :

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved