Virus Corona
Sebut Covid-19 Telah Melemah, Dokter Top Italia: Virus Corona Sudah Berbeda
Setiap harinya virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi puluhan ribu orang di seluruh dunia dan menyebakan ratusan lainnya meninggal dunia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus corona yang sampai saat ini masih melanda dunia.
Diketahui para peneliti berlomba-lomba untuk menemukan vaksin dari virus corona ini.
Terkait hal tersebut beberapa perusahaan besar farmasi dikabarkan sudah memiliki vaksinnya dan akan segera diedarkan.
• 5.000 Tentara Dikerahkan untuk Atasi Demo Disejumlah Kota di AS, Gedung Putih Rusuh
• Benarkah Donald Trump Mengundang Beberapa Negara untuk Melawan dan Mengisolasi China?
• Ganjar Pranowo Tegaskan Jika Jajarannya Kedapatan Korupsi: Langsung Saya Pecat dan Antar ke KPK

Virus corona dari hari ke hari semakin menunjukkan eksistensinya.
Bagaimana tidak, setiap harinya virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi puluhan ribu orang di seluruh dunia dan menyebakan ratusan lainnya meninggal dunia.
Namun, seorang dokter di Italia telah memaparkan hal yang tak terduga tentang virus corona ini.
Bahkan, Zangrillo mengatakan jika virus corona saat ini jauh lebih tidak mematikan dari 2 bulan sebelumnya.
"Pada kenyataannya, virus secara klinis tidak ada lagi di Italia," ujar Zangrillo pada Minggu (31/5/2020) kemarin.
"Swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-benar sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu," lanjutnya kepada televisi RAI.
Italia menjadi negara ketiga dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19, dengan 33.415 orang meninggal dunia sejak virus corona terungkap pada 21 Februari.
Negeri Pizza itu juga menjadi negara tertinggi keenam dengan kasus Covid-19 yang mencapai 232.997 per Senin (1/6/2020) hari ini.
Namun, jumlah infeksi baru dan kematian akibat virus corona telah menurun secara mantap di bulan Mei lalu.
Italia juga sedang membuka beberapa pembatasan lockdown paling kaku yang diterapkan di mana pun di Eropa.
Zangrillo mengatakan beberapa ahli terlalu khawatir tentang prospek gelombang kedua infeksi dan politisi perlu memperhitungkan kenyataan baru.
"Kita harus kembali menjadi negara normal."