Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Facebook dan Twitter Mengecam Trump, Soal Ancamannya yang Akan Menutup Media Sosial

Kabarnya Twitter Inc dan Facebook Inc telah memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Editor: Glendi Manengal
ftadviser.com
Ilustrasi sosial media 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam media sosial akang ditutup.

Dikarena adanya fitur peringatan di Twitter.

Hal tesebut terkait postingan cuitan Akun Twitter dari Donald Trump, yang diberikan peringatan cek fakta.

Risma MARAH 2 Mobil PCR Khusus untuk Bantu Warga Surabaya Malah Dialihkan ke Daerah Lain

Presiden Xi Jinping Beri 4 Pesan ke Masyarakat China Agar Tetap Tenang di Tengah Masa Sulit Ini

Menegangkan, Kapal Perang AS yang Disenjatai Rudal Diusir Pasukan Tiongkok dari Laut China Selatan

Facebook Instagram sosial media
Facebook Instagram sosial media (Forbes)

Kabarnya Twitter Inc dan Facebook Inc telah memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dua jejaring sosial terbesar di dunia inipun malah melakukan pendekatan yang berlawan dengan pemerintahan Trump.

Mengutip artikel Bloomberg, Jumat (29/5) hal ini dipicu kabar perintah eksekutif Donald Trump yang berencana mengubah aturan yang memberi wewenang media sosial mengatur konten para penggunanya.

Wacana ini muncul lantaran Trump merasakan adanya pembatasan kebebasan berekspresi di media sosial.

Apalagi, dua perusahaan raksasa itu memiliki jutaan pengguna yang bisa mengarahkan opini publik, bahkan mempengaruhi pilihan politik. 

CEO Facebook Mark Zuckerberg menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya tidak punya kewajiban untuk menjadi wasit kebenaran.

Twitter malah sebelumnya telah mengambil langkah berlawanan dengan arahan Trump sejak tahun lalu dengan melarang semua iklan politik.

Sementara itu Bos Twitter Jack Dorsey mengatakan perusahaannya akan menegakkan kebijakan dengan mengidentifikasi konten politik atau konten yang bisa mengundang perdebatan antar kubu poilitik.

Terbaru, Twitter juga memutuskan untuk tidak melakukan tindak lanjut dari cuitan Trump yang mendorong teori konspirasi terkait kematian seorang pembantu yang meninggal di kantor Perwakilan Joe Scarborough pada tahun 2001 bahkan setelah suami almarhum meminta Dorsey untuk menghapus cuitan Trump.

Sebagai informasi saja, Donald Trump sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif yang dapat mengurangi perlindungan terhadap perusahaan internet atau media sosial. 

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK/MERDEKA.COM)

Trump menandatangani wacana tersebut setelah Twitter melakukan cek fakta atas salah satu cuitannya.

Dalam perintah eksekutif itu, Trump ingin mengubah pasal 230 pada Undang-Undang Keterbukaan Komunikasi AS.

Adapun, pasal 230 mengatur tentang perlindungan kepada perusahaan media sosial dari tanggungjawab atas konten yang diunggah oleh penggunanya.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved