Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Seorang Wanita Tak Mau Lakukan Rapid Test, Coba Lobi Petugas Tawarkan Uang 'Damai'

Kabarnya di Cianjur Jawa Barat tak semua warga mau menjalani rapid test yang sudah digalakkan pemerintah.

Editor: Glendi Manengal
Tes virus Corona. - doktersehat.com
Tes virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya di Cianjur Jawa Barat tak semua warga mau menjalani rapid test yang sudah digalakkan pemerintah.

Terkait hal tersebut di tengah tugas penanganan Covid-19, ada seorang warga yang justru enggan menjalani rapid test

Diketahui Ia lantas meminta damai dan hendak memberikan uang pada petugas agar tidak mengikuti rapid test.

55 Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H Cocok untuk Dibuat Status dan Dibagikan ke Medsos

Lawan Virus Corona, Lebih dari 30 Ribu Relawan Bergabung dengan Tim Gugus Tugas Covid-19

Seorang Bidan Dinyatakan Positif Virus Corona, 50 Orang yang Pernah Kontak Dikarantina di Denpasar

Ilustrasi hasil tes virus corona dengan Rapid Test
Ilustrasi hasil tes virus corona dengan Rapid Test (NET)

Dikutip dari Kompas.com, hal tersebut dilakukan oleh seorang perempuan pengunjung Pasar Induk.

Ia mencoba melobi petugas agar tidak menjalani rapid test.

Kejadian tersebut bermula saat Pelaksana tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman memimpin jalannya pemeriksaan rapid test di Pasar Induk Pasirhayam, Senin (18/5/2020).

Seorang ibu kedapatan tidak mengenakan masker, sehingga disasar petugas untuk diperiksa dengan rapid test.

Namun, reaksinya mengejutkan petugas.

Ibu-ibu tersebut menolak diperiksa dan merajuk pada petugas.

Bahkan ibu tersebut sampai menawarkan uang damai supaya bisa lolos dari rapid test.

"Tidak mau Pak ah, saya sehat kok. Damai saja Pak, kalau harus bayar berapa," ucap perempuan yang mengaku warga Gekrong, Cianjur itu.

Sontak, petugas dan orang yang ada di sekitar lokasi itu dibuat tertawa dengan ucapannya tersebut.

Herman pun lantas memberikan penjelasan terkait pentingnya rapid test di tengah pandemi corona, sehingga ibu itu pun akhirnya bersedia.

"Mungkin hanya kaget saja karena mau rapid test, sehingga bicara seperti itu," ucap Herman.

Herman mengatakan, rapid test akan terus digelar di sejumlah tempat umum yang ramai, seperti pasar, pusat perbelanjaan dan kawasan pertokoan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved