Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Menteri Luar Negeri Sebut Virus Corona Belum Akan Berakhir Dalam Waktu Dekat

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memperkirakan, peperangan terhadap Covid-19 belum akan selesai dalam waktu dekat.

Editor: Glendi Manengal
Google.com
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus corona dikabarkan belum akan berakhir dalam waktu dekat ini, seperti yang disampaikan WHO bahwa kemungkinan virus corona tidak akan hilang melainkan mejadi penyakit endemik seperti HIV

Terkai hal itu dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memperkirakan, peperangan terhadap Covid-19 belum akan selesai dalam waktu dekat.

Walaupun pada saat ini sejumlah negara-negara di Eropa sudah mulai mencatat penurunan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan, namun di sejumlah negara lain justru mencatatkan hal yang sebaliknya.

10 Gambar dan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Cocok Dijadikan Status atau Dibagikan ke Medsos

Anies Baswedan: Perpanjang PSBB, Kalau Semua Taat Aturan, 2 Minggu Lagi Jakarta Hidup Normal

Achmad Yurianto: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Warga Harus Mulai Beradaptasi Hidup New Normal

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

"Beberapa wilayah yang lain menunjukkan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan. Antara lain Rusia, Brasil, India, Arab Saudi, dan juga kawasan Afrika," kata Retno saat diskusi virtual bersama PBNU, Selasa (19/5/2020).

"Ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih belum akan selesai dalam waktu dekat," lanjut Retno.

Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona telah menyebar di 215 negara dan wilayah teritori.

Adapun jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.696.849 orang. Dari jumlah tersebut, 315.131 orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, jumlah warga yang telah dinyatakan sembuh mencapai lebih dari 1.800.000 orang.

Dari jumlah tersebut, 1,8 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan lebih dari 311 ribu orang.

"Melihat situasi saat ini, setiap negara harus memenangkan dua peperangan secara sekaligus".

"Peperangan pertama melawan virus itu sendiri, kedua, melawan kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh virus itu," kata dia.

Ia menambahkan, Covid-19 telah menjadi ancaman dalam mempertahankan kondisi perekonomian global.

China yang pada kuartal pertama tahun lalu berhasil mencatat pertumbuhan 6,4 persen, pada periode yang sama tahun ini justru mengalami minus 6,8 persen.

Kondisi serupa juga dialami Singapura yang tahun ini mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 2,2 persen pada kuartal pertama. Padahal, tahun lalu pertumbuhan ekonomi mereka mencapai 1 persen.

Adapun wilayah Uni Eropa yang tahun lalu mencatat pertumbuhan ekonomi 1,7 persen, pada kuartal pertama tahun ini justru mencatat pertumbuhan minus 2,7 persen.

"Meski pun kita mengalami penurunan yang cukup tajam dalam konteks pertumbuhan ekonomi, namun kita masih melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2020 masih lebih baik dibandingkan negara lain," kata dia.

Pada kuartal pertama tahun ini, Indonesia masih berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen.

Jumlah ini memang turun cukup drastis bila dibandingkan kuarta pertama tahun lalu yang mencapai 5,06 persen.

Retno pun memprediksi, pemulihan ekonomi akan menjadi tantangan yang berat untuk dihadapi oleh seluruh negara pada kuartal kedua tahun ini.

"Dan most likely akan mengalami penurunan yang lebih tajam," ucapnya.

Yandri Susanto Soal Keramaian di Pasar Tak Masalah yang Disebut Jokowi: Itu Sudah Melanggar PSBB

Pasar Ramai di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi: Tak Masalah Selama Ikuti Protokol Kesehatan

Terjadi Serangan Roket yang Menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad

Jusuf Kalla Tanggapi soal Ajak Damai Covid-19 dari Jokowi: Kalau Virusnya Enggak Mau Gimana?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu Sebut Wabah Covid-19 Belum Akan Selesai dalam Waktu Dekat"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved