Breaking News
Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan di AS, Umat Muslim Merenungkan Kembali Hakikat Bulan Suci

kebijakan social distancing memberi umat Muslim waktu yang lebih khusyuk untuk menjalankan ibadah ramadan bersama keluarga.

(Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)
Ramadan 2020 

Agus Baltazhar, seorang warga Amerika asal Indonesia yang sudah 20 tahun berprofesi sebagai penata rambut di Washington DC, membenarkan itu.

“Agak sedih sih. Tapi memang lebih khusyuk, dan lebih banyak waktu karena tempat saya bekerja tutup. Saya jadi lebih sering membaca al-Quran dan melakukan sebahyang sunnah," kata Agus.

Sarah Faukar, seorang Muslim imigran dari Jerman, yang sedang menyelesaikan pendidikan S-3 di Universitas John Hopkins di Baltimore, setuju dengan pendapat Agus.

6 Tips untuk Mengatur Keuangan saat Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Ia mengatakan, Ramadan – dan seringkali juga peringatan-peringatan terkait agama lain – sering dikomersialisasikan.

Kini, katanya saatnya umat Muslim merenungkan kembali hakikat Ramadan, yakni pengorbanan dalam wujud berpuasa.

Katanya juga, ini merupakan saat umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada keluarga dan Islam, serta merenungi betapa indahnya Islam.

Perempuan yang sempat bekerja sebagai dokter umum sebelum melanjutkan pendidikan di AS menganjurkan, agar Muslim juga tetap menjalankan puasa. Ia mengatakan, menghangatkan diri adalah kunci menghadapi virus corona.

Menebar Kebaikan Ramadan, BNI Tomohon Berbagi Ratusan Paket Pangan ke Umat Muslim

"Anda harus menghangatkan diri karena virus corona sepertinya tidak menyukai hawa panas. Kenakan baju hangat, mengonsumsi minuman hangat sewaktu sahur dan berbuka puasa, mandi sinar matahari. Saya yakin, Anda bisa menjalankan ibadah puasa," kata Faukar.

Tidak semua masjid di Amerika Serikat menutup kegiatan rutinnya selama Ramadan.

Sejumlah masjid di Amerika sempat melangsungkan kegiatan ibadah bersama, namun mendapat teguran dari pemerintah dan kecaman dari komunitas di sekitarnya.

Masjid Muhammad di Washington DC dan Masjidullah di Philadelphia tetap melangsungkan tarawih bersama secara sangat terbatas.

Di Balik Kiblat Miring 15 Derajat Masjid Cut Meutia: Kemeriahan Ramadan yang Tertunda

Salat di masjid itu juga diperkenankan selama mempraktikan pedoman social distancing.

Mereka juga menyediakan makanan gratis bagi orang-orang yang ingin berbuka puasa di masjid tersebut.

Sesuai anjuran pemerintah, para pengurus masjid juga mengingatkan para pengunjung masjid untuk tidak berlama-lama di masjid.

Setelah berbuka puasa dan salat tarawih, mereka diminta segera meninggalkan masjid. (*)

Motor Listrik Bertandatangan Jokowi Terjual Rp2,55 Miliar

Erick Perintahkan Pegawai BUMN Berkantor 25 Mei

Italia-Spanyol Izinkan Toko Buka Kembali

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved