Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Italia-Spanyol Izinkan Toko Buka Kembali

Dua negara Eropa mulai melonggarkan karantina wilayah dan sejumlah pembatasan. Mulai Senin (18/5), Italia mengizinkan toko ritel

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
(Carlo Hermann / AFP)
Seorang pria berjalan melewati papan iklan besar pemerintah Italia yang mengkampanyekan penyebaran COVID-19 (novel coronavirus) di jalanan Napoli pada 22 Maret 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ROMA – Dua negara Eropa mulai melonggarkan karantina wilayah dan sejumlah pembatasan. Mulai Senin (18/5), Italia mengizinkan toko ritel, restoran, dan hotel beropersi kembali, namun menggunakan protokol Covid-19.

Gadis di Pakistan Dihabisi Keluarganya, Dipicu Video Korban Dicium Pria Tersebar

Begitu pula Spanyol mulai membuka kembali bandara, terutama di wilayah selatan negeri itu. Namun daerah padat penduduk, termasuk Kota Madrid dan Barcelona, akan tetap dalam status karantina wilayah.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan negara itu harus mendekati pembukaan kembali ekonomi secara hari-hati. "Kami masih menghadapi risiko karena kurva epidemiologis dapat naik lagi," kata Conte.

Menurutnya, pada saat ini kurva epidemi membesarkan hati . “Kita sekarang berada dalam kondisi untuk menghadapi fase baru ini dengan iman dan tanggung jawab," tambahnya.

Pejabat kesehatan di Italia melaporkan 153 kematian akibat virus corona terjadi pada Sabtu (16/5), angka terendah kematian sejak lockdown diberlakukan pada Maret. Negara ini telah mengurangi beberapa langkah dan pembatasan-pembatasan akan lebih longgar pada Senin.

Sudah 19 Desa di Kabupaten Mitra Disalurkan BLT Dandes

Namun toko ritel, restoran, dan hotel diwajibkan melakukan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung, mengenakan masker, dan menjaga jarak sosial di antara pelanggan. Conte mengumumkan pembatasan perjalanan akan dicabut bagi mereka yang bepergian dari negara-negara Eropa pada 3 Juni.

Sedang Menteri Transportasi Spanyol, Jose Luis Abalos, Minggu, menandatangani resolusi sehingga bandara Tenerife Sur, Alicante-Elche, Sevilla, Menorca, dan Ibiza dapat menjadi titik masuk untuk menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional. "Sedikit demi sedikit, pusat-pusat lain akan dibuka," katanya.

Pengumuman dari Kementerian Transportasi datang karena sekitar 70 persen orang Spanyol memasuki fase satu atau dua dari eskalasi, karena pemerintah memperlonggar pembatasan di beberapa daerah. Sisanya, 30 persen, termasuk dua kota terbesar di Spanyol, Barcelona dan Madrid, tetap berada di fase nol.

Spanyol membatasi titik masuk untuk perjalanan internasional karena memberlakukan lockdown secara nasional yang ketat untuk menghentikan penyebaran virus corona. Pembatasan pemerintah untuk perjalanan non-darurat akan berlanjut hingga 15 Juni.

Hotel dan beberapa ruang publik di Spanyol diizinkan dibuka kembali pada Senin. Komunike pemerintah pada Sabtu menjabarkan bagaimana provinsi, kota dan daerah otonom diizinkan untuk membuka kembali bisnis sesuai sistem klasifikasi "fase" yang digariskan Kementerian Kesehatan.

Sebagian besar tetap pada fase satu, artinya pertemuan tidak boleh lebih dari 10 orang. Hotel dan ruang publik dapat dibuka tetapi disertai peringatan, termasuk hunian terbatas dan area umum tertutup.

Indonesia Akhirnya Ciptakan Obat Virus Corona, Siap Dibagikan Pada Agustus Mendatang

Perubahan terbesar terjadi di wilayah yang akan diklasifikasikan sebagai fase 2. Kegiatan olahraga dan kegiatan di luar ruangan akan diizinkan kecuali selama jam yang disediakan untuk orang tua. Itu termasuk Kepulauan Balearic Formentera dan La Graciosa, dan La Gomera dan El Hierro, dua pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Canary. (cnn/rtr/feb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved