Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mutiara Ramadan

Puasa dan Kesenangan Sesaat

Seseorang bisa saja sangat menikmati tinggal di rumah baru yang besar dan mewah namun kesenangan ini juga bersifat sesaat

Editor: Charles Komaling
ist
Delmus Puneri Salim, Rektor IAIN Manado 

PUASA sebagai ibadah rutin setiap tahun bagi umat Islam mengajarkan banyak pelajaran yang bisa diambil untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu pelajaran terbaik dari ibadah puasa bagi anak-anak dan remaja yang baru memulai ibadah puasa secara baik adalah pengalaman akan kesenangan yang bersifat sesaat.

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum di siang hari. Pelarangan akan kesenangan untuk makan dan minum ini membuat para pemula dalam berpuasa harus menahan diri dan secara normal menunggu waktu berbuka puasa untuk melepaskan kesenangan tertunda. Oleh karena itu, tidak jarang para orang tua memberikan makanan dan minuman terbaik untuk anak-anak mereka dalam sajian menu berbuka puasa.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, makanan dan minuman terbaik akan dirasakan berbeda kesenangannya antara cicipan pertama dan seterusnya. Minuman atau makanan pertama yang menyentuh bibir memberikan nuansa kesenangan yang tiada tara. Semua yang pernah berpuasa merasakan nuansa kenikmatan cicipan pertama ini namun hanya sesaat, hanya cicipan pertama dan kedua atau ketiga.

Pengalaman akan kesenangan sesaat dalam berbuka puasa inilah pelajaran yang sangat berharga dalam hidup umat manusia. Banyak kesenangan sesaat lain yang dirasakan dan dialami umat manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang bisa saja merasakan enaknya memiliki mobil pribadi baru bersama keluarga untuk bepergian ke banyak tempat dengan nyaman. Namun, kesenangan tersebut bersifat sesaat dan akan berkurang dengan bertambahnya biaya rumah tangga untuk operasional mobil dan perawatannya termasuk resiko kecelakaan dan pencurian. Tidak jarang kita dengar seseorang meninggal dunia karena kecelakaan dengan kendaraan baru yang dimilikinya.

Seseorang bisa saja sangat menikmati tinggal di rumah baru yang besar dan mewah namun demikian kesenangan ini juga bersifat sesaat. Dia mulai repot mengurus tempat tinggal dengan segala pekerjaan harian yang dibutuhkan. Banyak juga rumah tangga yang gagal setelah memiliki rumah yang besar dan mewah. Rumah besar membuat biaya harian semakin besar dan memberatkan. Semua ini membuat orang hanya bangga akan rumah besarnya dalam waktu sesaat.

Seseorang bisa saja berbangga akan jabatan baru yang diraihnya di perusahaan maupun di pemerintahan. Jabatan yang baru merupakan salah satu bentuk sukses seseorang dalam karirnya. Namun demikian, kesenangan akan jabatan baru sangat bersifat sesaat. Bulan madu seseorang dalam jabatan barunya paling lama bertahan selama tiga bulan. Setelah itu, mereka dengan jabatan baru akan lebih banyak bercerita tentang tekanan dan masalah yang dihadapinya.

Hal ini terjadi karena secara pribadi, seseorang akan berubah sikapnya setelah memiliki jabatan yang baru dan orang lain juga berubah sikapnya terhadap pejabat baru. Jabatan dalam realita adalah tanggung jawab dan pelayanan bukan sesuatu yang bersifat kesenangan.

Dengan memahami akan kesenangan sesaat di atas, mulai dari kesenangan akan kenikmatan cicipan awal saat berbuka puasa, kesenangan akan kendaraan baru, rumah besar baru dan jabatan baru, maka umat Islam seharusnya lebih menfokuskan diri kepada kesenangan yang bertahan lebih lama.

Kesenangan yang bertahan lama bukanlah kesenangan akan sesuatu yang bersifat material di atas. Kesenangan yang bertahan lama adalah kesenangan terhadap sesuatu yang bersifat inmateri.

Seseorang yang memiliki keimanan, ketakwaan, kejujuran, dan kesederhanaan akan merasakan kenikmatannya dalam waktu yang lama. Ketakwaan yang diharapkan tercapai dengan ibadah puasa ini akan membuat seseorang memiliki kepribadian yang menyenangkan dirinya sendiri dalam waktu lama dan orang lain yang berinteraksi dengannya setiap saat.

Semoga semua kita bisa mendapatkan dan memiliki sesuatu yang menyenangkan dalam waktu yang lama. (*)

Penulis: Delmus Puneri Salim, Rektor IAIN Manado

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved