Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Pandemi Covid-19, Umat Kristen Gelar Ibadah Perjamuan Kudus di Rumah

Ibadah Jumat Agung memperingati kematian Yesus Kristus di Gereja Masehi Injili di GMIBM, Jumat (10/4/2020), berbeda dari biasanya

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Arthur Rompis
Ibadah Jumat Agung di Bolmong 

Semua coba menangkap suara di udara. Memang seisi Bolaang Mongondow Raya (BMR) dicekam ketakutan akan virus corona. Di Manado sudah 8 positif. Manado sudah pula menyandang status transmisi lokal. Artinya corona
sudah bisa  menular dari warga ke warga di satu kota.

Tidak lagi dari luar kota atau luar negeri. Seisi BMR minta lockdown.  Kepala daerahnya yang biasanya beda pendapat kini bersatu. Kami ingin lockdown.

Agaknya itu belum bisa terwujud. Birokrasi menuju PSBB sungguh rumit. Hingga kini hanya Jakarta yang
bisa terapkan PSBB. Di sisi lain, warga kian menderita.

UMKM yang biasanya jadi benteng krisis, kini tumbang. Banyak warga kehilangan mata pencaharian.

Operasi Keselamatan Samrat 2020 Kedepankan Keselamatan dan Kamseltibcarlantas

Masih untung lagi panen hingga kaum petani bisa menebus barang yang digadaikan di pegadaian kala musim tanam.

"Benar-benar zaman yang sulit. Saya saja hampir tak bisa pulang rumah. Jam 10 malam desa sudah
blokir jalan," kata Yohanes seorang warga.

Setelah ibadah itu, umat tak langsung pulang. Mereka bercakap cakap. Hal itu serasa mewah. Makanya riuh.
Mungkin karena sudah lama berada dalam rumah, mengunci diri mengikuti anjuran pemerintah
soal physical distancing.

Yang dicakapkan adalah corona. Sempat jadi bahasan ulah sejumlah hamba Tuhan di ibu kota yang mengklaim bisa  membuat mujizat mengusir corona.

"Kalau kami sih ikut pemerintah saja, bukannya pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia, yang perlu bagi kita
adalah bertobat minta belas kasihan padanya," kata seorang warga bernama Marthen.

Pandemi Covid-19, Peternak Babi Keluhkan Harga Turun

Topik kembali pindah ke Lockdown atau PSBB. "Kami ingin lockdown, jangan BMR ini dimasuki virus
corona," kata dia lagi.

Semua setuju. Tapi jika itu belum terwujud juga, semua pasrah. Ibadah di rumah itu yang lain dari biasanya telah memberi kekuatan iman bahwa Tuhan akan menyertai dalam keadaan apapun.

"Tak ada suatu penderitaan, penganiayaan atau wabah yang dapat memisahkan manusia dari kasih Tuhan," ucap seorang diaken. Seperti lagu tadi. Ringan semua di Kalvari. (art)

Puluhan Kantong Darah Terkumpul Pada Aksi Kemanusiaan Ditpolairud Polda Sulut

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved