Breaking News:

Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ - “Salib Yesus dan Kekejaman Dunia”

Kehidupan orang percaya tidak dapat dilepaskan dari salib Kristus. Selama hampir 2000 tahun perjalanan sejarah gereja

Istimewa
Renungan Harian Kristen: Rela Menderita 'Orang Kristen Sejati, Pasti Melewati Penderitaan' 

5 – 11 April 2020 Minggu Sengsara VI

TEMA BULANAN : “Gereja Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan”
TEMA MINGGUAN : “Salib Yesus dan Kekejaman Dunia”
Bacaan Alkitab : Markus 15:20b-32

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Kehidupan orang percaya tidak dapat dilepaskan dari salib Kristus. Selama hampir 2000 tahun perjalanan sejarah gereja, salib Kristus terus diberitakan sebagai pusat pem-beritaan gereja, yakni bahwa Yesus Kristus telah disalibkan dan mati untuk keselamatan orang berdosa (1 Korintus 15:3).

Renungan Harian Kristen: Pembalasan Hak Tuhan
Renungan Harian Kristen: Pembalasan Hak Tuhan (Istimewa)

Melepaskan diri dari salib Kristus akan berarti membuang hakikat atau esensi terdalam dari Kekristenan itu sendiri. Itulah sebabnya, salib Kristus terus diajarkan dan diberitakan oleh gereja sampai hari ini. Namun demikian, salib Kristus bukan hanya menjadi pusat pewartaan gereja di sepanjang abad, tetapi sekaligus menunjukkan kekejaman yang begitu mengerikan dari proses pengadilan dunia, dan kekejaman tersebut harus dialami oleh Tuhan Yesus sendiri.

Hal ini sangat penting untuk direnungkan setiap orang percaya mengingat panggilan Yesus kepada semua orang yang mau mengikuti-Nya, yakni untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia (Markus 8:34). Setiap orang percaya harus menyadari harga dari menjadi pengikut Kristus dan penderitaan yang harus ditanggung dalam mengikut Dia. Inilah yang menjadi dasar dari tema perenungan di sepanjang minggu ini, “Salib Yesus dan Kekejaman Dunia.”

PEMBAHASAN TEMATIS:
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Penderitaan dan penyaliban Yesus dikisahkan oleh keempat Injil di dalam Alkitab, termasuk Injil Markus. Sesudah Yesus diadili, Injil Markus dengan singkat menyebutkan, “Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan” (ay. 20b). Yesus dibawa dari gedung pengadilan ke luar untuk disalibkan dan Ia membawa salib-Nya sendiri. Dalam perjalanan, seorang yang bernama Simon, orang Kirene, dipaksa untuk memikul salib Yesus (ay. 21).

Ini adalah sesuatu yang tidak biasa dalam proses penyaliban, yakni bahwa seseorang yang lain harus membawa salib dari orang yang akan disalibkan. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa Yesus sendiri telah terlalu lemah fisik-Nya untuk membawa salib tersebut sesudah Ia disesah, yakni dicambuk dan dihajar di gedung pengadilan (Mrk. 15:15; bnd. Luk. 23:22). Tempat Yesus dibawa untuk disalibkan adalah Golgota (ay. 22).

Sangat penting bagi orang Yahudi maupun Romawi bahwa tempat eksekusi berada di luar kota. Golgota sendiri adalah sebuah bukit kecil di mana banyak penyaliban dilakukan, sebagaimana arti dari nama-nya, yakni Tempat Tengkorak. Markus kemudian menyebut-kan bahwa serdadu-serdadu memberi anggur bercampur mur kepada Yesus, tetapi Ia menolaknya (ay. 23).

Dalam tradisi Yahudi, pemberian anggur dalam proses penghukuman seseorang dapat menunjukkan pernyataan belas kasihan terhadap orang yang dihukum, yakni untuk sedikit meringankan penderitaannya (bnd. Ams. 31:6).

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved