Update Virus Corona Sulut
Cegah Virus Corona, Pedagang Patuh Jam Operasional, Pasar Beriman Wilken Tomohon Sepi
Pembatasan jam operasional pasar Beriman Wilken Tomohon mulai diberlakukan, Selasa (31/3/2020).
Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Pembatasan jam operasional pasar Beriman Wilken Tomohon mulai diberlakukan, Selasa (31/3/2020).
Langkah pembatasan tersebut langsung dipatuhi seluruh pedagang. Dari pantauan Tribun Manado, Selasa (31/3/2020), siang sekira pukul 13.30 Wita, suasana pasar tampak sunyi dari aktivitas jual beli. Seluruh lapak pedagang telihat ditutup.
Bahkan beberapa pedagang masih berada di lokasi mengaku mendukung penuh pembatasan jam operasional ini. "Memang sangat bagus, apalagi kan pembatasan jam operasional ini untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona," kata Demsy Rumondor salah satu pedagang rempah-rempah.
Selain itu, dia mengaku pembatasan jam operasional tidak terlalu mempengaruhi pendapatan per hari. Dikarenakan untuk pembeli tetap banyak yang datang saat pagi hari.
• Jles Boutique Hotel Manado Tawarkan Promo Menarik
"Memang sih kalau pagi masih tergolong ramai. Malah ada sedikit tertambah jumlah pembeli di pagi hari," ungkapnya.
Senada denganya, Rei Abdulah pedagang Bumbu dapur asal Keluruhan Paslatan, mengaku tetap mendukung penerapan jam operasional pasar. Lantaran menurutnya kebijakan tersebut tak mempengaruhi pendapatan.
"Tentu sangat mendukung. Karena kan hanya dilakukan pembatasan jam operasional. Sehingga tetap tak mengurangi jumlah pendapatan," katanya.
• Wali Kota Ini Sumbangkan Seluruh Gajinya Setiap Bulan Demi Tekan Penyebaran Covid-19
Sementara itu, Direktur PD Pasar Noldy Montolalu mengatakan, tujuan pembatasan jam operasional merupakan upaya preventif untuk memutus rantai penularan virus corona.
Sehingga sebelumnya pihaknya sudah menyurati para pedagang.
"Pedagang sudah disurati kemarin siang satu per satu dan diharapkan kesadarannya," terangnya.