Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minahasa

Pemkab Batasi Oprasional Pasar, Begini Respons Warga Minahasa

Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa membatasi aktiitas pasar, untuk pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, dinilai belum tepat

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pemkab Minahasa Batasi Operasional Pasar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa membatasi aktifitas pasar, untuk pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 membuat warga panik.

Pasalnya, pembatasan aktivitas pasar itu membuat warga merasa panik karena takut kehabisan Bahan Pokok (Bapok), sehingga terjadi peningkatan pengunjung. Bahkan, imbauan pemerintah terkait Sosial Distancing tidak diindahkan sejumlah pengungjung.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pemerhati kesehatan asal Minahasa, dr Burhan.

Pemerintah harus mencarikan solusi agar masyarakat tidak saling berdesak-desakan saat berada di dalam pasar.

Kadis PMD Minsel: Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Pencegahan Virus Corona

Pemprov Sulut Realokasi Rp 48,5 M Tangani Covid-19, Tempat Keramaian Harus Ada Bilik Disinfektan

"Intinya kita harus hindari kontak langsung dengan menjaga jarak satu setengah sampai dua meter dengan orang lain," kata Burhan.

Dia mengatakan, sangat mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas pasar seperti di daerah-daerah lain dan beberapa negara yang sudah menerapkan seperti itu.

Namun, dirinya memberikan masukan agar pemerintah bisa mengatur agar pengunjung pasar tertip dan mematuhi himbauan soal Sosial Distancing.

"Mungkin bisa dibuat pembatasan seperti pemasangan tali disetiap kios atau lapak, sehingga para pengunjung tidak saling desak-desakan. Dan yang paling penting ada petugas yang mengarahkan pengunjung agar antre saat membeli dagangan," usul Burhan.

Pasar Ibolian Tutup Warga Bingung, Ini Kata Kadis Perdagangan Bolmong

Ia mengatakan, ini bukan mengurangi penyebaran Covid-19, tetapi akan lebih memperluas penyebarannya. Secara otomatis, kebijakan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran pandemi virus dari Wuhan, Cina, akan sia-sia.

Pada, Kamis (26/3/2020) suasana pasar Tondano dipadati pengunjung untuk membeli kebutuhan rumah tangga, sebagai stok makanan beberapa hari kemudian.

Boy Kumaunang, salah satu warga Tondano mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas pasar dua kali seminggu, maka akan rentan terjadinya penyebaran Covid-19.

Dinkes Bantu Tong Air Cuci Tangan, Ironisnya Sabun Bantuan Cuci Tangan Raib

"Ini akan cepat terjadi penularan karena masyarakat berbelanja saling dempet - dempetan," kata dia.

Boy menambahkan, sebaiknya pemerintah mengkaji kembali kebijakan tersebut. "Apakah jalan ini efektif dalam mencegah penularan virus Corona?" tanya dia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Satgas pencegahan Covid-19 Kabupaten Minahasa, Denny Mangala, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kebijakan ini.

"Pemda Minahasa akan senantiasa mengevaluasi kebijakan ini," singkat Mangala.

Libur Siswa di Minsel Diperpanjang Sampai 29 April 2020

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved