Tajuk Tamu Tribun Manado

Pemilu dan Pentingnya Politisasi Keselamatan Lingkungan Hidup

Berdasarkan hasil kalkulasi selama Pemilu 2019 lalu, total luas baliho yang digunakan di Kota Manado dapat menutupi 23 persen wilayah kota.

Pemilu dan Pentingnya Politisasi Keselamatan Lingkungan Hidup
Tribun manado / Siti Nurjanah
Baliho calon kontestan pilkada di Boltim. 

Oleh:
Sulaiman Mappiasse
PS3M IAIN Manado

PEMILU sejatinya melahirkan pemimpin yang mampu menggerakkan rakyat mencapai kedaulatan, bukan hanya kedaulatan politik, sosial dan ekonomi, tetapi juga lingkungan. Hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih telah termaktub dalam konstitusi dan perundang-undangan kita.

Ironis, di tengah ancaman bencana alam yang nyata akibat kerusakan lingkungan yang makin tidak terkendali, kita masih belum maksimal melakukan politisasi lingkungan hidup. Pilkada serentak mendatang di 270 daerah adalah momentum yang perlu kita berdayakan.

Apa itu politisasi keselamatan lingkungan hidup?

Ia adalah cara berpikir dan bertindak dalam menentukan pilihan atau sikap politik yang mempertimbangkan keselamatan lingkungan. Seorang pemilih, misalnya, akan menjatuhkan dukungan politiknya pada orang atau partai yang paling terdepan dalam pikiran dan aksinya menghargai keselamatan lingkungan hidup.

Bakal Calon Dari Jalur Independen Sondakh-Umboh Sebar Puluhan Baliho di Jalan Trans Sulawesi

Sampah Baliho

Hampir semua baliho berbahan plastik sehingga akan berdampak buruk terhadap lingkungan, jika tidak dikelola dengan arif. Menjelang pemilu, bahu jalan di kota bahkan di desa dibebani baliho para calon kontestan.

Mereka pikir itu cara jitu meningkatkan popularitas. Mereka tidak sadar bahwa tindakan seperti itu memiliki efek negatif terhadap kesehatan, kebersihan dan keindahan lingkungan.

Dalam diskusi publik beberapa waktu lalu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda SH MPd menunjukkan data yang cukup mengusik pikiran. Berdasarkan hasil kalkulasi penggunaan baliho selama Pemilu 2019 lalu, total luas baliho yang digunakan di Kota Manado dapat menutupi dua puluh tiga persen wilayah kota.

Tetty Sambangi Dumoga, Baliho VAP Kuasai Pantura, Yasti Bilang OD 2 Periode

Itu baru se-Kota Manado dan hanya baliho; belum memperhitungkan jumlah kertas yang digunakan. Penggunaan satu rim kertas, menurutnya, mengorbankan satu pohon usia lima tahun. Betapa banyak rim kertas yang dihabiskan selama pemilu. Artinya, betapa banyak pohon yang menjadi perisai bumi dan penyedia udara sehat dikorbankan karena ketidakarifan kita.

Pohon di Masa Kampanye

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved