Editorial Tribun Manado

Kabar Gembira Dana BOS

Jangan ada yang menyalahgunakan dana BOS. Bagi sekolah, pencairan sudah dipermudah. Jangan gunakan untuk hal-hal yang tak sesuai dengan aturan.

Kabar Gembira Dana BOS
tribun manado/andreas ruaw
Bupati Minahasa Royke Roring menyerahkan SK Guru Honorer. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - ADA informasi terbaru dan menjadi kabar gembira bagi tenaga pengajar di sekolah, baik guru PNS maupun guru honorer. Kabar tersebut mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ini mengubah skema penyaluran dana BOS menjadi tiga tahap yang sebelumnya empat tahap per tahun.

Sementara itu, proses penyaluran BOS juga mengalami perubahan, yakni ditransfer langsung dari Kemenkeu ke rekening sekolah. Sebelumnya penyaluran harus melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi.

Hal itu tentu menguntungkan pihak sekolah dalam hal ini guru-guru yang mengajar. Karena dengan demikian, dana BOS untuk operasional bisa segera digunakan.

Informasi lain mengenai dana BOS ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meningkatkan porsi alokasi dana BOS untuk gaji guru honorer.

Sebelumnya Kemendikbud memperbolehkan sekolah menggunakan 15 persen dana BOS untuk pembiayaan guru honorer. Pada 2020 ini, Nadiem meningkatkan alokasi tersebut hingga 50 persen dari dana BOS.

"Untuk 2020 hanya ada satu limit yaitu itu maksimal 50 persen dari dana BOS itulah, maksimal 50 persen yang boleh digunakan untuk pembiayaan guru honorer," ujar Nadiem di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Satu Siswa Terima Rp 1,5 Juta Dana BOS: Dana untuk Guru Honorer Juga Naik

Pembayaran honor guru honorer dengan menggunakan dana BOS dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan yakni, guru yang bersangkutan sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikasi pendidik, serta sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum 31 Desember 2019. Menurut Nadiem, langkah ini dilakukan untuk meningkatan kesejahteraan guru-guru honorer.

“Ini merupakan langkah pertama untuk memperbaiki kesejahteraan guru-guru honorer yang telah berdedikasi selama ini,” tutur Nadiem.

Selain itu, jika terdapat sisa, dana BOS dapat diberikan kepada tenaga kependidikan. Nadiem juga tidak memberikan batas maksimal maupun minimal pemakaian dana BOS untuk pembelian buku dan alat multimedia.

Dana BOS Reguler Sulut Tahun 2019 Capai Rp 85,952 Miliar, Ini Rinciannya Setiap Kabupatan Kota

Pemerintah pusat telah memberikan sejumlah kemudahan bagi berlangsungnya proses belajar mengajar di sekolah dengan bantuan dana BOS.

Jangan ada yang menyalahgunakan dana BOS. Bagi sekolah, pencairan sudah dipermudah. Jangan gunakan untuk hal-hal yang tak sesuai dengan aturan. Pakailah untuk kemajuan dunia pendidikan.

Jangan menggunakan jasa guru honorer yang tak tahu tugasnya. Mereka ada untuk membantu guru PNS. Sebaliknya kehadiran guru honorer jangan jadikan alasan guru PNS untuk bolos kerja. Berikan yang terbaik untuk siswa melebihi apa yang diberikan guru honorer. (*)

Irish Bella Hamil Lagi, Ammar Zoni: Alhamdulillah Gue Bakal Jadi Bapak Nih

Zulkifli Hasan Dijadwalkan Diperiksa KPK Jumat Ini 

Harun Masiku Menyerahlah: KPK Persilakan Masyarakat Doa Bersama

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved