Penumpang Talaud Takut Ombak Tinggi: Kapal Cepat Tak Beroperasi

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado melarang kapal cepat di Pelabuhan Manado berlayar, Rabu (12/2/2020).

Penumpang Talaud Takut Ombak Tinggi: Kapal Cepat Tak Beroperasi
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Suasana di Pelabuhan Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado melarang kapal cepat di Pelabuhan Manado berlayar, Rabu (12/2/2020). Peringatan ini disampaikan setelah mempertimbangkan risiko kecelakaan akibat ombak tinggi yang diperkirakan ketinggian di atas 2 meter.

Jokowi Telepon Presiden Xi Jinping: Tawarkan Bantuan Tangani Virus Corona

Demikian disampaikan Kepala KSOP Pelabuhan Manado Kapten Mozes Karaeng. Kata dia, kapal cepat di Pelabuhan Manado, tidak bisa berlayar karena ada peringatan dini sebagaimana juga disampaikan dari Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pantauan Tribun Manado di Pelabuhan Manado, beberapa kapal cepat tujuan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud terlihat parkir di dermaga.
Kata Mozes, kapal cepat untuk sementara tidak diizinkan berlayar sambil menunggu cuaca membaik. "Menunggu sampai cuaca membaik," kata Mozes. Ia bilang, sudah mengeluarkan surat edaran tentang gelombang perairan yang tinggi.

Calon penumpang pun merasa cemas. Nike Tabaru, warga Talaud yang akan mengadakan perjalanan laut ke Talaud mengaku khawatir. Nike mengatakan, menunggu kapal yang akan berlayar ke Talaud pukul 15.00 Wita tapi merasa takut. "Kapal ke Talaud langsung dari Manado akan berangkat jam 3 (sore), tapi merasa takut karena ombak tinggi," kata Nike saat ditemui di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Manado.

Hal yang sama dikatakan Anti Makahaube. Walaupun sudah biasa naik kapal laut, calon penumpang ini takut kalau gelombang tinggi. "Walaupun sudah biasa naik kapal tapi kalau gelombangnya kuat pasti ada rasa takut," kata Anti.

Binaragawan 72 Tahun Tewas Akibat Virus Corona, Keras Kepala Menolak Memakai Masker

Kapal cepat seperti Majesti tidak berlayar. Kapten kapal tidak mau menyebutkan namanya, mengaku diperintahkan dari perusahaan tidak melaut.
"Dari kemarin sudah diperintahkan untuk hari ini tidak malangsungkan perjalanan, dan sudah diberitahukan melalui media sosial dan lainnya kepada penumpang hari ini tidak akan melakukan perjalanan," katanya.

Suasana di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, Rabu (12/02/2020).
Suasana di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, Rabu (12/02/2020). (TRIBUN MANADO/FISTEL MUKUAN)

Terlihat beberapa awak kapal hanya duduk di dalam kapal dan bermain handphone serta beberapa serius dengan pembicaraan.

Jimli Kobitang salah satu penumpang yang ditemui di ruang tunggu mengatakan, akan ke Talaud tapi menunggu kapal malam. "Informasi tadi kapal cepat tidak akan berangkat, sudah disampaikan oleh petugas jadi kemungkinan yang menunggu sekarang kapal malam tidak yang siang ini," kata Jimli.

Diketahui kapal cepat biasanya berangkat pukul 09.00 Wita. Namun kali ini dibatalkan lantaran cuaca eksrrem dan turun hujan deras. BMKG merilis potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah Sulawesi Utara. Salah satunya berdampak di Pelabuhan Manado.

Gubernur Kisahkan Kepemimpinan Daud, Reiner Ointoe: Selendang Merah Kaisar

Kapolsek Pelabuhan Manado, Iptu Maxi Palandi mengatakan, kalau prediksi gelombang dari BMKG lebih dari 2 meter, kapal cepat tidak bisa melaut. "Kalau kapal biasa atau kapal malam yang besar bisa berlayar, kecuali kalau sampai gelombang 4 meter baru dengan kapal pelan tidak bisa," kata Maxi. (fis/juf)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved