Bencana Banjir dan Tanah Longsor

UPDATE Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sangihe, 3 Warga Meninggal, 49 Rumah Rusak

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Lebo, Kecamatan Manganitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (3/1/2020)

UPDATE Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sangihe, 3 Warga Meninggal, 49 Rumah Rusak
Tribun Manado / Jufry Mantak
Pencarian Korban di Desa Lebo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Lebo, Kecamatan Manganitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (3/1/2020), merenggut 3 korban jiwa, serta 49 rumah warga Desa Lebo hancur, bahkan ada yang hilang, akibat bencana tersebut.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, Minggu (5/1/2020) tadi, sebagian Desa Lebo hancur berantakan.

Batang pohon di mana-mana, bebatuan dari pegunungan hanyut hingga di tengah Desa Lebo, bahkan rumah-rumah milik puluhan warga ada yang hancur dan ada yang tertutup dengan batang pepohonan.

Setelah ibadah Minggu tadi, ratusan masyarakat berbondong-bondong, bersama Polri, TNI dan Basarnas, melakukan pembersihan di Desa Lebo.

Cerita Ibu Korban Banjir di Desa Lebo, Terseret Air ke Laut, Tuhan Tolong, Saya Belum Siap Meninggal

Satu warga bernama Siren Ontak (42) warga Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang sempat dinyatakan hilang, sudah ditemukan tim gabungan, Minggu (5/1/2020) tadi.

Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudun Ferdinan Napitu, mengatakan, bahwa Polri masih akan tetap membantu masyarakat yang kena bencana.

"Ada bantuan dari Polda Sulut, hingga Polres Sangihe, yang akan membantu terus membersihkan sisa-sisa sampah di Desa Lebo," katanya.

UPDATE Banjir dan Longsor di Sangihe, 49 Rumah Rusak Hingga Korban Hilang

Kapolres juga mengatakan korban jiwa akibat bencana ini, memakan 3 warga Desa Lebo.

"Ada 49 rumah milik warga Desa Lebo yang hancur akibat bencana ini, dan tentunya saya berharap, warga yang berada di lokasi rawan longsor dan banjir, untuk terus siaga dan berjaga," harapnya. (juf)

Kisah Eratus Saat Banjir Bandang, Bersama Istri Lari Membawa Cucu ke Lantai Dua

Penulis: Jufry Mantak
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved