Breaking News:

Bencana Banjir dan Longsor di Sangihe

Cerita Ibu Korban Banjir di Desa Lebo, Terseret Air ke Laut, Tuhan Tolong, Saya Belum Siap Meninggal

Bencana banjir bandang dan longsor besar menimpa Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepualaun Sangihe

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Yulce Makawimbang (duduk pakai baju putih) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bencana banjir bandang dan longsor besar menimpa Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih membekas di ingatan Yulce Kamawimbang (50), Minggu (5/1/2020)

Yulce Makawimbang (50) seorang janda, suaminya sudah meninggal kurang lebih empat tahun.

Anaknya ada empat orang yang satunya di Jayapura, yang tiga bersamanya.
Dua anaknya sudah menikah

Kedua anaknya yang sudah menikah yang bersamanya, masing-masing memiliki satu orang anak.

Korban Banjir Sangihe Menangis Dalam Gereja, Pendeta Jemmy Kuatkan Jemaat GPDI Lebo

Jadi keseluruhan mereka di rumah ada delapan orang saat kejadian.

Ia menceritakan waktu kejadian sekitar setengah tujuh, mereka sekeluarga sudah bangun semua.

Yulce katakan air mulai naik, lalu dia sampaikan kepada anak-anaknya agar mengambil sepotong papan untuk menghalangi air yang masuk kedalam rumah.

Yulce Makawimbang
Yulce Makawimbang (Tribun Manado / Fistel Mukuan)

Tapi semakin lama airnya semakin banyak, lalu ia menyuruh anak dan cucunya agar segera lari.

Yulce masih di depan rumah bersama anaknya bungsunya melihat rumah roboh dan terbawa arus.

Kemudian mereka berdua terbawa arus sampai ke laut.

Ketika dirinya diseret arus, dia tetap sadar, lalu dia berteriak Tuhan tolong.

INFO GEMPA BUMI TERKINI, Berkekuatan 5,3 Magnitudo Guncang Tepa-Banda, Tak Berpotensi Tsunami

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved