Breaking News:

Bencana Banjir dan Longsor di Sangihe

Korban Banjir Sangihe Menangis Dalam Gereja, Pendeta Jemmy Kuatkan Jemaat GPDI Lebo

Pendeta Jemmy Sudin STh sebagai gembala di Jemaat Viktoria GPDI Angges menguatkan Jemaat GPDI Lebo Sangihe pada ibadah hari Minggu 5 Januari 2020.

Tribun Manado/Fistel Mukuan
Ibadah Jemaat Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) Solagratia, Lebo, Manganitu, Sangihe, Sulawesi Utara, Minggu (5/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pendeta Jemmy Sudin STh sebagai gembala di Jemaat Viktoria GPDI Angges menguatkan Jemaat GPDI Lebo Sangihe pada ibadah hari Minggu 5 Januari 2020.

Jemaat GPDI Lebo Sangihe ini dekat dengan lokasi bencana yakni kurang lebih 50 meter.

Pendeta Jemmy terus menguatkan jemaat dalam khotbah. 

Dia mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada tempat yang aman, biar mau kemana pun.

"Saya bawa berita pagi hari ini, tempat paling aman tidak harus kaluar atau meninggalkan Sangihe tetapi tinggal bersama dengan Tuhan," ujar Pendeta Jemmy.

Lanjut Pendeta Jemmy, jangan kita pernah mencari perlindungan di luar Tuhan.

"Kalaupun korban selamat hari ini masih beribadah dengan kita, itu semua karena Tuhan. Daud dalam segala keberadaan hidupnya yang paling disegani di Israel, tetapi apa katanya hanya dengan Allah saja aku tenang," ujar Pendeta Jemmy.

Masih dalam khotbah, Pendeta Jemmy mengatakan diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

"Dekatkan dirimu kepada Tuhan, kita akan aman dalam perlindungannya. Manusia kalau mau kuat di dalam Tuhan, harus tinggal di dalam Tuhan. Kalau kita tinggal di dalam Tuhan, kita akan difasilitasi oleh Tuhan dengan pemeliharaan," ujar Pendeta Jemmy.

Selesai khotbah doa dibawakan olah seorang anggota TNI sebagai jemaat GPDI di Peta tapi ditugaskan di Lebo.

Halaman
12
Penulis: Fistel Mukuan
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved