Muncul Soal Ujian Khilafah Turki Utsmani: Begini Langkah Kemenag

Muncul soal ujian sekolah bermuatan khilafah di Kediri, Jawa Timur menuai kontroversi.

Muncul Soal Ujian Khilafah Turki Utsmani: Begini Langkah Kemenag
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Agama Fachrul Razi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Muncul soal ujian sekolah bermuatan khilafah di Kediri, Jawa Timur menuai kontroversi. Kini Kementerian Agama (Kemenag) mencabut soal itu dan menggantinya dengan soal baru yang tak bermuatan khilafah.

Soal itu muncul di ujian semestar ganjil mata pelajaran Fikih Kelas XII Madrasah Aliyah di Kediri Utara, Jawa Timur, dan menjadi viral di media sosial internet. Kemenag menilai soal ujian tersebut berpotensi disalahpahami siswa.

Gus Muwafiq Resmi Dilaporkan Kasus Penistaan Agama, FPI: Proses Laporan Kami

"Soal itu dicabut dan diganti dengan soal yang lain yang akan diujikan tersendiri dalam ujian susulan," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, A Umar, di Jakarta, lewat siaran pers, Rabu (04/12/2019). Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur untuk menarik soal mata pelajarah fikih tersebut.

Umar menambahkan, Materi tentang pemerintahan Islam memang menjadi salah satu bahasan silabus mata pelajaran Fiqh Kelas XII pada KMA Nomor 165 tahun 2014. Namun, titik tekan dari materi ini sebenarnya adalah pada aspek perkembangan kehidupan. Materinya menjelaskan tentang perkembangan pemerintahan Islam setelah Nabi wafat, mulai dari Khulafaur Rasyidin hingga Turki Utsmani.

Keberadaan materi ini tidak menjadi masalah jika dapat dijelaskan secara tuntas oleh para guru. Bila dikupas dari sisi sosiologis dan antropologis, misalnya, maka para siswa bisa mendapatkan wawasan terkait dinamika sistem pemerintahan dalam sejarah Islam.

Persoalannya, kata Umar, tidak semua guru memiliki pemahaman yang sama tentang materi ajar seputar khilafah. Hal ini berisiko terjadinya kekeliruan perspektif dalam pembuatan soal, terutama di daerah.

LBH PCNU Kediri protes gara-gara ada kata 'khilafah' di dalam soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Kediri. Hal tersebut dianggap proses indoktrinasi.

"Proses indoktrinasi di dalam materi pelajaran ini sangat terlihat, harus segera disikapi," ucap Sekretaris LBH NU Kabupaten Kediri, Taufiq Dwi Kusuma, Rabu (4/12/2019). Muncul 'Khilafah' Dalam Soal Ujian MA, LBH NU Kediri ProtesFoto: Soal ujian yang mengandung kata 'khilafah' di Kediri (Andhika Dwi-detikcom)

Keberadaan kata khilafah di dalam soal ujian itu pertama kali diketahui dari adanya laporan warga nahdliyin yang merupakan salah satu wali murid. Pada lembar pertama materi terdapat tujuh soal tentang khilafah yang satu sama lain saling berkaitan. Menurut Taufiq keberadaan soal tentang khilafah bukan bentuk pendidikan, melainkan indoktrinasi. Dia menuding ada peran organisasi tertentu terkait soal ujian itu.

"Konsep khilafah tidak cocok diterapkan di Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, sebab HTI lah yang pertama kali mengusung khilafah," ujar Taufiq.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved