Editorial Tribun Manado
Juara Inflasi
Di saat harga dua komoditas itu belum normal, datang lagi kabar harga jahe atau lebih dikenal dengan nama goraka di Sulawesi Utara ini, ikut naik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - BARU saja Kota Manado ‘menjuarai’ inflasi nasional. Data Badan Pusat Statistik menyebut, inflasi di Manado berada pada angka 3,30 persen.
Angka ini berada di daftar teratas kota-kota tempat pengukuran Indeks Harga Konsumen di Pulau Sulawesi.
Dari 11 kota di Sulawesi, 10 daerah di antaranya mengalami inflasi di rentang 0,04 persen hingga 3,30 persen.
Setelah Manado, ada Bau-Bau yang inflasi 0,87 persen; Pare-Pare 0,84 persen; Palu 0,27 persen, Watampone 0,26 persen.
Selanjutnya, Gorontalo inflasi 0,23 persen; Mamuju 0,23 persen; Palopo 0,15 persen; Bulukumba 0,9 persen dan Makassar 0,04 persen.
Kendari satu-satunya kota yang mengalami deflasi yakni 0,36 persen.
• BI Optimistis Inflasi Tahunan Sulut Terkendali, Arbonas : Kuncinya Kendalikan Harga Tomat
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono mengatakan, fenomena inflasi Sulut yang dipicu harga komoditas kembali terjadi.
"Kali ini lagi-lagi tomat sayur," ujar dia, Senin (2/12/2019).
Katanya, tomat sayur menjadi pemicu inflasi karena beberapa faktor. Pertama, komoditas ini menjadi bahan yang wajib ada di setiap menu makan warga di Sulut.
"Karena paling besar kebutuhannya, gejojak akibat kurangnya pasokan dan panjangnya rantai distribusi memicu kenaikan harga tinggi," jelasnya.
Saat musim kemarau pada September lalu, harga tomat jatuh. Pasangannya, cabai atau rica justru naik hingga Rp 120 ribu per kilogram.
• Sulut Inflasi 3,30 Persen Tertinggi Nasional, BI Sebut Faktor Anomali Harga Tomat
Namun, pada November harga rica mulai menanjak, bahkan per kilogram mencapai di kisaran Rp 20 ribu, sementara rica masih juga terasa mahal dengan angka Rp 100 ribu per kilogram. Saat ini harga rica dan tomat masih juga terasa mahal.
Di saat harga dua komoditas itu belum normal, datang lagi kabar bahwa harga jahe atau lebih dikenal dengan nama goraka di Sulawesi Utara ini, ikut naik.
Kenaikannya pelan tapi pasti, mulai dari Rp 35 ribu, kemudian Rp 40 ribu, Rp 55 ribu, dan teranyar Rp 65 ribu per kilogram; hampir dua kali lipat dari harga awalnya.
Akankah Sulawesi Utara akan kembali ‘menjuarai’ inflasi pada bulan depan? Mungkin saja, bahkan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya bila komoditas tersebut tidak menentu ketersediaannya secara cukup.
Beberapa waktu lalu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengajak warga GMIM membantu pemerintah dalam upaya mengendalikan inflasi.
• Gubernur Olly: 1 Keluarga GMIM Tanam 10 Pohon Rica Tomat, Aman Kita dari Inflasi
Ia mengatakan, inflasi di Sulut sebenarnya tak sulit ditangani. Pasalnya, penyebab utama inflasi di Sulut adalah tiga komoditas holtikultura.
"Cuma rica (cabai rawit), bawang merah dan tomat," kata Olly dalam pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM ke-32 di Jemaat GMIM Pniel Manembo-nembo, Wilayah Bitung VII, Kota Bitung, Selasa (26/11/2019).
Gubernur pun meminta pimpinan GMIM untuk mengajak jemaat konsisten menanam rica dan tomat. Ia mengakui, gejolak harga tomat dan rica rentan mengganggu perekonomian Sulut.
Adapun bawang, bila terjadi gejolak, pemerintah bisa mendatangkannya dari daerah lain. Apalagi, bawang dapat bertahan lama.
Gubernur pun berkalkulasi, jika semua warga GMIM yang tersebar di 1.000-an jemaat kompak menanam maka bisa mengamankan harga di pasar. Harga rica dan tomat yang terkendali akan turut menjaga ekonomi makro Sulut.
• Olly-Rita Tanam Rica di Kolongan
"Taruhlah satu jemaat yang rata-rata 500 kepala keluarga masing-masing menanam 10 polibag rica dan tomat, aman kita dari inflasi," ujarnya.
Imbauan menanam rica dan tomat di halaman rumah masing-masing bukan kali ini saja digemakan.
Bank Indonesia pun sudah berkali-kali menyerukannya, bahkan harus ikut menyediakan bibit dan membagi-bagikannya.
Sekarang tinggal peran warga, apakah mau bertahan dengan harga mahal atau tidak, apakah mau mengantisipasi dengan menanam sendiri rica tomat atau tidak.
Bila para orangtua enggan menanam, mungkin baiknya hal ini kita gemakan kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa.
Semoga mereka pun mau membantu. (*)
• Munas Golkar, Jokowi Bantah Intervensi, Ada yang Teriak: Kasih Bamsoet Sepeda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penjual-rempah-rica-tomat-bawang-di-pasar-bersehati.jpg)